www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Disinyalir Pelanggaran Kampanye Warnai Pilkada Serentak
Minggu, 15-11-2015 - 11:17:57 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

JAKARTA, Riau12.com-Penyelenggaraan pilkada serentak yang digelar pada 9 Desember 2015 sudah di depan mata. Seperti pilkada pada umumnya, berbagai dugaan pelanggaran kerap mewarnai pesta demokrasi di daerah.

Sebagaimana yang terjadi di Cianjur. Kata Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Saeful Anwar, setidaknya terdapat sejumlah laporan dugaan pelanggaran yang diterima Panwaslu. Di antaranya yang diduga dilakukan calon petahana, Suranto.

'Dugaan pelanggaran pasangan calon nomor urut tiga, Suranto-Aldwin Rahadian, yang menggerakkan PNS ketika melakukan kampanye, sudah masuk laporannya ke kami," katanya kepada wartawan, Sabtu (14/11/2015).

Menurut Saeful, laporan yang diduga dilakukan calon petahana itu di antaranya, kampanye di luar jadwal, dengan agenda kedinasan sebagai wakil bupati Cianjur dan diduga melibatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai bentuk mobilisasi massa. Kata Saeful berbagai laporan tersebut saat ini masih dalam tahap proses pembuktian.

"Termasuk mengklarifikasi dengan menghadirkan saksi-saksi. Kalau saksi tidak hadir, maka di situ kendala divisi hukum untuk melakukan pembuktian," ujarnya.

Saeful pun mengingatkan semua calon untuk tidak melibatkan PNS dalam kampanye Pilkada Cianjur. Imbauan itu juga telah disampaikan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Dugaan pelanggaran khususnya terkait pelibatan birokrasi selaras dengan riset yang dilakukan. Kata Kepala Bagian Analisis dan Teknis Pengawasan Bawaslu, Faisal Rahman, daerah Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Barat memang ditemukan indikasi pelibatan birokrasi dalam kampanye oleh calon petahana. Bahkan, ada juga yang menggunakan fasilitas negara, seperti mobil dinas, kantor pemerintahan, dan lainnya.

"Dari temuan Bawaslu, ada upaya memobilisasi birokrasi untuk memberikan dukungan kepada calon tertentu," ujar Faisal.(r12/okz)




 
Berita Lainnya :
  • Disinyalir Pelanggaran Kampanye Warnai Pilkada Serentak
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved