www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Dewan Inhil Kritik Pelatihan SID yang Diikuti Kades Di Yogyakarta
Minggu, 01-11-2015 - 10:55:27 WIB
Ketua Komisi I, HM Yusuf Said
TERKAIT:
   
 

TEMBILAHAN, Riau12.com - Terkait pelatihan Sistem Informasi Desa (SID), yang diikuti oleh Kepala Desa (Kades) ke Yogyakarta beberapa waktu lalu, mendapat kritikan keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Terutama dari Komisi I DPRD, seperti yang diungkapkan oleh Ketua Komisi I, HM Yusuf Said kepada wartawan baru-baru ini, bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan terkait pelatihan itu.

Namun yang menjadi masalah, dikatakan Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini adalah, waktu pelatihan tersebut, yang menurutnya yang tidak tepat.

"Bukan masalah ke Yogyakarta, tapi waktu berangkatnya itu yang tidak tepat," cetusnya.

Keberangkatan Kades untuk mengikuti pelatihan itu, dikatakan Yusuf Said disaat masih banyak program di desa yang harus di jalankan, seperti program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) dan pembangunan dari Dana Desa yang berasal dari Pemerintah Pusat.

"Pembangunan desa itukan harus di gesa, ini sudah penghujung tahun," sebutnya.

Jika pun ingin mengikuti pelatihan, dikatakannya bisa pada waktu yang tepat, atau setelah semua proses pembangunan di desa berjalan lancar.

"Tidak ada masalah jika ingin pelatihan di tempat jauh, asalkan, tidak menghambat proses pembangunan," tukas Yusuf Said.

Tidak hanya Yusuf Said, sebelumnya Wakil Ketua Komisi I, H Bakri H Anwar juga menyampaikan kritikannya, karena yang mengikuti pelatihan lebih banyak Penjabat (Pj) Kades, yang masa jabatannya akan berakhir pada bulan Desember mendatang. Sehingga, pelatihan tersebut dinilai kurang tepat.

Sementara, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Yulizal, saat dikonfirmasi wartawan terkait hal ini, membantah jika pelatihan tersebut dinilai tidak tepat.

Karena, menurutnya, tidak hanya Pj Kades, pelatihan juga diikuti oleh Sekretaris Desa dan operator di kantor desa. ''Sekdes juga berangkat, jadi tidak ada ruginya pelatihan itu, banyak manfaatnya untuk memberi pemahaman tentang tata kelola di desa,'' tukasnya.(r12/gr)



 
Berita Lainnya :
  • Dewan Inhil Kritik Pelatihan SID yang Diikuti Kades Di Yogyakarta
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved