www.riau12.com
Jum'at, 17-Juli-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Sampaikan Hasil Kerja, Pansus Monitoring Lahan Akan Temui Menteri LHK
Jumat, 23-10-2015 - 15:25:47 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU, Riau12.com - Panitia khusus monitoring lahan akan melakukan pertemuan dengan Mentrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dalam waktu dekat ini. Pertemuan tersebut berkenaan dengan akan disampaikanya hasil kerja Pansus Monitoring lahan DPRD Riau.

Seperti dari hasil kinerja Pansus tersebut banyak temuan-temuan yang merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah. 

"Kita mau langsung sampaikan kepada Presiden melalui Menteri Kehutanan dalam waktu dekat. Menyampaikan hasil temuan-temuan Pansus langsung kepada Menteri," ujar Ketua Pansus Monitoring Lahan, Suhardiman Amby, Jumat (23/10/2015).

Dirinya juga berharap bahwa nantinya dalam pertemuan tersebut juga bisa dihadiri langsung oleh Presiden sehingga informasi atau laporan yang sudah dihimpun oleh Pansusu dapat didengar secara langsung. 

"Sehingga nanti Pak Jokowi bisa mendengar langsung apa yang kita sampaikan hasil temuan kita di lapangan tentunya bersama juga Pimpinan DPRD," katanya.

Dari hasil laporan tersebut yang terpenting adalah output nya. Dimana ada tindakan yang dilakukan terhadap perusahaan nakal yang sudah merugikan negara baik itu tindakan berupa sanksi, denda hingga pidana.

 "Makanya kita akan sampaikan temuan ini, apakah nantinya akan dieksekusi melalui Jakarta atau pusat. Karena semua perkebunan dan kehutanan kan izinnya dari pusat yang mengeluarkan, kecuali izin pabrik yang dikeluarkan oleh Bupati," lanjutnya.

Salah satu temuan yang juga akan disampaikan adalah adanya 86 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang disinyalir tidak sesuai dengan peraturan bahkan diduga menjadi salah satu sumber mala petaka kabut asap yang terjadi di Riau.

 "Ini nanti melalui Kementrian Dalam Negri memerintahkan Bupati mencabut izin 86 pabrik yang merupakan sumber dari malapetaka asap ini," sambungnya.

Saat ini pertemuan tersebut sedang diagendakan oleh Penghubung Provinsi Riau dengan Kementrian.(r12/hr)



 
Berita Lainnya :
  • Sampaikan Hasil Kerja, Pansus Monitoring Lahan Akan Temui Menteri LHK
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved