Riau12. Com - Kekalahan PSPS Pekanbaru dari Persiraja Banda Aceh diwarnai sorotan tajam terhadap kinerja wasit. Pelatih PSPS Aji Santoso menyebut keputusan pengulangan penalti yang berujung gol tuan rumah sebagai hal yang janggal dan tidak lazim dalam pertandingan sepak bola.
Dalam laga tersebut, Aji Santoso, yang merupakan Pelatih PSPS Pekanbaru, mengaku heran dengan sikap wasit Sance Lawita, yang memimpin laga tersebut. Terutama saat memberikan hadiah penalti bagi tuan rumah Persiraja.
"Saat jalannya pertandingan, ada sedikit keganjilan. Dimana tendangan penalti Persiraja diulang, tendangan yang pertama ditepis dan yang kedua lebih lucu lagi," ujar Aji.
Dimana-mana, kata Aji, kalau ada penalti, wasit meniup peluit dalam kondisi berhenti harusnya. Akan tetapi saat itu wasitnya jalan mau ke arah kiper.
"Feeling saya (wasit) mau ngasih tahu kiper, tapi sama pemain Persiraja ditendang dan itu disahkan. Saya main bola puluhan tahun kalau yang namanya penalty kick itu wasit harus berhenti niup peluit," katanya.
Seandainya tendangan kedua tidak gol juga, lanjut Aji, kemungkinan wasit akan mengulangi kembali tendangan penalti tersebut.
"Kalau tadi tidak masuk pasti diulang lagi, karena wasit akan memberitahu kepada pemain, tapi okelah, tidak bisa mengubah keadaan," sebutnya.
Di sisi lain dirinya juga mengucapkan selamat kepada Persiraja yang berhasil memenangkan pertandingan di laga terakhir putaran II Liga 2 musim 2025-2026 ini.
Menurutnya, Persiraja memang tampil bagus dan diisi oleh pemain-pemain yang bagus juga.
"Selamat kepada persiraja atas kemenangan ini, karena memang mereka juga sudah tampil bagus," ucapnya.
Sementara itu, Asir Asiz, yang mencetak 2 gol untuk PSPS pada malam itu, mengaku sudah berusaha tampil maksimal. Hanya saja, keberuntungan belum menghampiri PSPS.
Ia menyebut, keputusan yang diambil wasit membuat timnya down sehingga tertinggal 3-0 dari Persiraja. Meski sempat membalasnya dengan dua gol, namun Persiraja kembali mencetak gol terakhirnya di masa injury time, dan berakhir dengan skor 4-2.