Baznas Riau Salurkan Bantuan Seragam Sekolah Gratis untuk 12 Ribu Siswa Senin, 19/01/2026 | 13:52
Riau12. Com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis senilai Rp400 ribu per siswa kepada 12 ribu pelajar SMA/SMK sederajat dari keluarga fakir dan miskin.
Bantuan seragam sekolah gratis menjadi bagian dari upaya strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam memastikan keberlanjutan pendidikan di tingkat menengah.
Ketua Baznas Riau H Masriadi Hasan mengatakan, bantuan seragam sekolah tersebut bersumber dari pendanaan utama hasil nyata dari pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Sebagian besar dana tersebut dihimpun dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau serta kontribusi aktif dari masyarakat umum yang dipercayakan melalui Baznas.
"Tahun ini kami menargetkan sebanyak 12 ribu siswa SMA/SMK sederahat yang akan menerima bantuan seragam gratis dari Baznas Riau. Angka ini merupakan representasi dari amanah zakat para ASN Pemprov dan masyarakat Riau yang ingin melihat generasi muda kita tetap sekolah tanpa terkendala biaya atribut," kata Masriadi Hasan, Senin (19/1/2026).
Lebih lanjut Masriadi menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan. Di mana bantuan tidak diberikan dalam bentuk barang fisik secara langsung, melainkan melalui transfer ke rekening masing-masing penerima (siswa).
"Keputusan ini kami ambil untuk menjaga transparansi dan memberikan fleksibilitas bagi para siswa. Setiap siswa yang terdaftar akan menerima dana tunai sebesar Rp400 ribu," sebutnya.
Menurutnya, nominal tersebut sengaja disesuaikan melebihi harga rata-rata satu setel seragam sekolah. Baznas Riau menyadari bahwa kebutuhan penunjang pendidikan bagi siswa fakir dan miskin sangat beragam. Dengan dana tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mampu membeli seragam, tetapi juga perlengkapan lainnya yang mendukung proses belajar.
"Meskipun judul programnya adalah seragam gratis, kami memahami kebutuhan sekolah bukan hanya baju. Mereka juga butuh tas, sepatu, kaus kaki, hingga buku tulis. Itulah alasan mengapa nominalnya kami genapkan menjadi Rp400 ribu, agar lebih meringankan beban orang tua," terangnya.
Dari sisi sosial ekonomi, penyaluran bantuan seragam tersebut berpedoman pada asnaf zakat, khususnya bagi golongan fakir dan miskin.
"Karena intervensi di sektor pendidikan adalah kunci dalam memutus rantai kemiskinan struktural. Jika anak-anak dari keluarga tidak mampu memiliki fasilitas sekolah yang layak, motivasi mereka untuk berprestasi akan meningkat," katanya.