Sekdaprov Riau: Program MBG Dorong Pendidikan dan Perputaran Ekonomi Daerah Senin, 12/01/2026 | 18:32
Riau12. Com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dampak luas, mulai dari peningkatan prestasi siswa, pengurangan angka putus sekolah, hingga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.
Program MBG memberi dampak signifikan terhadap sektor pendidikan, ekonomi, hingga penanggulangan kemiskinan di Provinsi Riau.
"Seiring diperluasnya sasaran penerima manfaat program MBG, akan berdampak pada pendidikan hingga ekonomi masyarakat," kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi, Senin (12/01/2026).
Karena MBG bergerak di sekolah, kata Syahrial, maka anak-anak diharapkan bisa berprestasi, bisa mengurangi angka putus sekolah juga.
"Kemudian di bidang ekonomi, kita memanfaatkan bahan pangan lokal, dari petani lokal, jadi ekonomi kita akan berputar dengan baik," ujarnya.
Syahrial mengatakan, penuntasan kemiskinan pun diharapkan bisa tercapai. Hal itu dikarenakan program MBG juga memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Melihat kebijakan yang sifatnya dinamis, Syahrial sampaikan memang memungkinkan terjadi perubahan di setiap langkahnya. Mendengar masukan dari masyarakat, berbekal tercapainya tujuan yang luas menjadi alasan kuat.
"Sekurang-kurangnya ada tujuan yang harus dicapai dari MBG, seperti stunting, manfaatkan ke ekonomi masyarakat, rantai pasok makanan, dan sebagainya," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Syahrial, program MBG juga menjadi sebuah siklus mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan. Lewat pasokan pangan dari lokal, para petani Riau bisa ikut merasakan manfaatnya.
Syahrial juga meminta dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan dan dinas terkait. Agar penerima manfaat tepat sasaran dan tidak terlewatian.
"Karena tujuannya luas, dimensinya juga harus diperluas dan berdampak. Secara prinsip Pemerintah Provinsi Riau butuh dukungan dari stakeholder. Dinas Sosial juga, untuk pendataannya seperti jumlah anak-anak di panti asuhan, sampai lansia," katanya.