Malam 1 Rajab, Momentum Mustajab Berdoa dan Memperbanyak Ibadah Sabtu, 20/12/2025 | 09:52
Riau12.com-JAKARTA – Umat Islam bersiap menyambut datangnya bulan Rajab, salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah. Malam 1 Rajab diyakini memiliki keutamaan khusus dan menjadi momentum penting untuk memperbanyak doa serta meningkatkan ibadah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
Sejumlah ulama menyebut malam pertama bulan Rajab sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Karena itu, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam ini dengan berbagai amalan sunnah.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca doa saat memasuki bulan Rajab. Dalam buku Hikmah Bulan Rajab dan Syaban karya Dimitri Mahayana yang mengutip kitab Mafatih al-Jinan, disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca doa ketika melihat hilal bulan Rajab.
Doa tersebut berbunyi, “Allahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighnaa syahra Ramadhaana, wa a’innaa ‘alash-shiyaami wal qiyaami wa hifzhil-lisaani wa ghaddhil-bashari, walaa taj’al hazhzhanaa minhu al-juu’a wal ‘athasya.”
Artinya, “Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Tolonglah kami untuk berpuasa dan sholat malam, menjaga lisan dan menundukkan pandangan. Jangan jadikan bagian kami darinya hanya rasa lapar dan haus.”
Selain itu, malam 1 Rajab dikenal sebagai salah satu malam mustajab untuk memanjatkan doa. Hal ini disampaikan Imam Syafi’i dalam Kitab Al-Umm. Ia menyebutkan bahwa doa diijabah pada lima malam, yaitu malam Jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam pertengahan bulan Sya’ban.
Keterangan tersebut menegaskan pentingnya memperbanyak munajat, doa, dan permohonan ampunan kepada Allah pada malam 1 Rajab.
Amalan lain yang dianjurkan adalah melaksanakan sholat malam atau qiyamul lail. Ibadah ini dapat dilakukan sebagaimana sholat malam pada umumnya. Dalam buku Fikih Wanita karya Muiz al-Bantani, disebutkan sabda Rasulullah SAW bahwa sebaik-baiknya sholat setelah sholat wajib adalah sholat malam.
Ibnu Rajab dalam kitab Lathaif al-Ma’arif juga mengutip perkataan sahabat Rasulullah, ‘Amr bin Al-‘Ash RA, yang menyebutkan bahwa satu rakaat sholat malam lebih baik daripada sepuluh rakaat sholat di siang hari.
Selain sholat malam, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar. Bulan Rajab dikenal sebagai bulan istighfar, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fawaidul Mukhtarrah. Salah satu bacaan yang dianjurkan adalah sayyidul istighfar, termasuk pada malam pertama bulan Rajab.
Artinya, “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Engkaulah yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu dan dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”
Malam 1 Rajab menjadi awal yang baik bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, memperkuat ibadah, serta mempersiapkan hati dan amal menyambut bulan-bulan mulia berikutnya hingga datangnya bulan Ramadhan.