Debit Masuk Lebih Besar, Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang Naik 9 Sentimeter Kamis, 18/12/2025 | 14:36
Riau12.com-KAMPAR – Debit air yang masuk ke Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, Kabupaten Kampar, tercatat lebih besar dibandingkan debit air yang keluar pada Kamis (18/12/2025) pagi. Kondisi tersebut menyebabkan elevasi atau ketinggian muka air waduk mengalami kenaikan, meski pengelola memastikan operasional pembangkit masih berada dalam kondisi aman.
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, melalui Humas PLTA Koto Panjang Erikmon, menyampaikan bahwa hasil pemantauan pada pukul 07.00 WIB menunjukkan elevasi waduk berada di angka 77,11 meter di atas permukaan laut. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 9 sentimeter dibandingkan kondisi pada hari sebelumnya.
“Elevasi waduk pagi ini tercatat 77,11 mdpl. Terjadi kenaikan sekitar 9 sentimeter dibandingkan Rabu kemarin,” ujar Erikmon.
Berdasarkan data operasional, debit air masuk atau inflow ke Waduk PLTA Koto Panjang tercatat mencapai 495,34 meter kubik per detik. Sementara debit air keluar atau outflow melalui turbin pembangkit berada di angka 312,59 meter kubik per detik. Selisih antara inflow dan outflow inilah yang memicu terjadinya kenaikan muka air waduk.
Sebagai perbandingan, pada Rabu pagi (17/12/2025), kondisi inflow dan outflow masih relatif seimbang, masing-masing berada di angka 317,96 meter kubik per detik, dengan elevasi waduk tercatat 77,02 meter di atas permukaan laut.
Erikmon menegaskan, kenaikan elevasi waduk tersebut masih dalam batas normal dan belum mendekati ambang pengendalian kritis. Operasional pembangkit hingga saat ini tetap berjalan dengan aman.
“Posisi elevasi waduk masih jauh di bawah batas pembukaan spillway. Kondisi waduk dan pembangkit saat ini aman untuk dioperasikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pintu pelimpah atau spillway baru akan dibuka apabila elevasi waduk mencapai atau melampaui 83,00 meter di atas permukaan laut, dengan catatan debit inflow minimal sebesar 1.000 meter kubik per detik. Selain itu, pengelola juga memiliki opsi melakukan early release atau pelepasan awal air berdasarkan perhitungan teknis tertentu.
“Perhitungan early release mengacu pada prakiraan curah hujan dari BMKG serta evaluasi elevasi terhadap kurva Rencana Tahunan Operasi Waduk atau RTOW,” jelas Erikmon.
Dalam kondisi tertentu, spillway juga dapat dibuka apabila pembangkit tidak dapat beroperasi akibat gangguan peralatan, atau ketika elevasi waduk turun hingga 73,50 meter di atas permukaan laut sesuai dengan ketentuan teknis pengelolaan waduk.
Manajemen PLTA Koto Panjang mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sepanjang wilayah hilir Sungai Kampar, agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak bersumber dari pihak resmi.
“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif dan akan menyampaikan informasi secara terbuka dan transparan kepada masyarakat jika terjadi perubahan signifikan,” pungkasnya.