Setiap Hujan Air Naik, Banjir Paksa Warga Limbungan Rumbai Pesisir Angkat Kaki Kamis, 18/12/2025 | 13:47
Riau12.com-PEKANBARU – Banjir yang kerap melanda Jalan HM Nur, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, kembali menimbulkan dampak serius bagi warga. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga memaksa sejumlah warga meninggalkan rumah mereka karena tidak sanggup lagi bertahan menghadapi banjir yang terjadi hampir setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah rumah di sepanjang Jalan HM Nur tampak kosong dan terbengkalai. Beberapa bangunan mengalami kerusakan cukup parah, bahkan ada yang terlihat miring akibat terendam banjir dalam waktu lama dan berulang. Lingkungan permukiman pun terkesan sunyi, dengan rumah-rumah yang tidak lagi terawat dan sebagian ditumbuhi semak.
Salah seorang warga setempat, Dani, mengatakan persoalan banjir di wilayah itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan yang jelas. Menurutnya, banjir yang terus berulang membuat warga merasa putus asa dan memilih pindah ke tempat yang lebih aman.
“Setiap hujan deras, kawasan ini pasti banjir. Banyak rumah yang miring dan rusak sampai akhirnya ditinggalkan pemiliknya. Orang sudah trauma tinggal di sini karena setiap hujan air selalu naik,” ujar Dani, Rabu (17/12/2025).
Ia menjelaskan, sebagian besar rumah yang ditinggalkan kini sudah tidak layak huni. Selain struktur bangunan yang rusak, genangan air juga menimbulkan masalah kesehatan serta mempercepat kerusakan lingkungan sekitar.
Dani menambahkan, salah satu penyebab utama banjir diduga akibat menyempitnya aliran parit besar Sembilang yang berada di sekitar kawasan tersebut. Pembangunan ruko-ruko dan bangunan lain di sekitar aliran parit dinilai menghambat aliran air, sehingga saat hujan deras turun, air meluap ke permukiman warga.
Menurutnya, warga sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, baik melalui laporan langsung maupun musyawarah di tingkat kelurahan. Namun hingga kini, belum terlihat adanya langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan banjir yang terus berulang tersebut.
“Kami sudah sering mengeluh, tapi sampai sekarang belum ada solusi nyata. Harapan kami pemerintah bisa serius menangani masalah ini. Cobalah datang saat hujan, lihat langsung bagaimana kondisi kami di sini,” katanya.
Warga berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat segera melakukan penanganan menyeluruh, mulai dari normalisasi parit hingga penataan drainase kawasan. Dengan adanya solusi permanen, masyarakat berharap wilayah Jalan HM Nur kembali layak dihuni dan aktivitas warga dapat berjalan normal tanpa dihantui ancaman banjir setiap kali musim hujan tiba.