Sempat Terekam Berenang di Batang Lubuh, Lumba-lumba Air Tawar Rohul Ditemukan Tak Bernyawa Selasa, 16/12/2025 | 11:20
Riau12.com-Setelah sempat viral di media sosial karena terekam kamera warga saat berenang di Sungai Rokan Kanan atau Batang Lubuh, seekor lumba-lumba air tawar akhirnya ditemukan dalam kondisi mati. Penemuan bangkai mamalia air tersebut menggegerkan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.
Bangkai lumba-lumba air tawar itu pertama kali ditemukan pada Senin (15/12) sekitar pukul 01.40 WIB dini hari. Camat Rambah Hilir, Mahadi SE MM, mengatakan hewan tersebut ditemukan oleh seorang warga yang berprofesi sebagai nelayan di Dusun Surau Munai, Desa Rambah Hilir Timur, Kecamatan Rambah Hilir.
“Lumba-lumba ini ditemukan oleh warga kita di Dusun Surau Munai, Desa Rambah Hilir Timur,” ujar Mahadi saat dikonfirmasi.
Menurut Mahadi, setelah menemukan bangkai lumba-lumba tersebut, nelayan yang menemukannya memilih kembali ke rumah dengan maksud akan melaporkan dan kembali ke lokasi pada keesokan harinya. Namun, saat warga kembali ke lokasi, bangkai lumba-lumba itu sudah terbawa arus sungai hingga sejauh sekitar lima kilometer.
Bangkai mamalia air tersebut kemudian ditemukan terdampar di Dusun Pedadaran, Desa Kepenuhan Hulu, Kecamatan Kepenuhan Hulu. Penemuan ini langsung menyedot perhatian warga sekitar. Sejumlah masyarakat berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung hewan langka yang sebelumnya sempat viral itu.
“Setelah ditemukan kembali, bangkai lumba-lumba kami bawa ke tepian sungai untuk dilakukan pengukuran, baik panjang maupun lebarnya,” jelas Mahadi.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk penghormatan terhadap satwa langka tersebut, bangkai lumba-lumba air tawar itu juga dikafani menggunakan kain putih sebelum akhirnya dikuburkan tidak jauh dari lokasi ditemukannya.
Terkait penyebab kematian lumba-lumba air tawar tersebut, Mahadi mengaku pihaknya belum dapat memastikan. Namun, pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Rohul untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Rohul melalui DKPP. Untuk memastikan penyebab kematian, rencananya akan dilakukan otopsi oleh pihak Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pekanbaru,” ungkapnya.
Mahadi menambahkan, proses otopsi terhadap bangkai lumba-lumba air tawar tersebut dijadwalkan akan dilakukan sekitar dua bulan ke depan guna mengetahui secara pasti faktor penyebab kematian hewan mamalia cerdas yang bernapas dengan paru-paru itu.
Sebelumnya, kemunculan lumba-lumba air tawar di Sungai Rokan Kanan sempat menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan viral di media sosial. Keberadaan satwa langka tersebut menimbulkan kekaguman sekaligus kekhawatiran akan kondisi ekosistem sungai di wilayah Rokan Hulu.