Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang Naik Jadi 76,98 Mdpl, Manajemen Pastikan Masih Aman Selasa, 16/12/2025 | 09:52
Riau12.com-KAMPAR – Permukaan air Waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Riau, kembali mengalami kenaikan pada Selasa (16/12/2025) pagi. Meski demikian, manajemen memastikan kondisi waduk masih dalam batas aman dan operasional pembangkit listrik tenaga air tetap berjalan normal tanpa rencana pembukaan pintu pelimpah.
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, melalui Erikmon, menyampaikan bahwa hasil pemantauan pada pukul 07.00 WIB menunjukkan elevasi waduk berada di angka 76,98 meter di atas permukaan laut. Angka ini meningkat sekitar 18 sentimeter dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 76,80 meter di atas permukaan laut.
Menurut Erikmon, kenaikan elevasi tersebut masih tergolong wajar dan tidak mengganggu stabilitas operasional waduk. Pada waktu yang sama, debit air masuk atau inflow dan debit air keluar melalui turbin atau outflow tercatat dalam kondisi seimbang, masing-masing sebesar 311,43 meter kubik per detik.
“Kondisi inflow dan outflow yang seimbang menunjukkan pengelolaan waduk berjalan stabil meskipun terjadi kenaikan permukaan air,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sehari sebelumnya pada Senin (15/12/2025), inflow dan outflow juga tercatat seimbang di angka 310,3 meter kubik per detik dengan elevasi waduk 76,80 meter di atas permukaan laut. Kenaikan yang terjadi saat ini disebut sebagai dampak akumulasi debit air sebelumnya, terutama di tengah intensitas hujan yang mulai meningkat.
“Kenaikan ini masih terkendali dan terus kami pantau secara rutin. Kondisi waduk tetap aman untuk saat ini,” tegas Erikmon.
Terkait kemungkinan pembukaan pintu pelimpah atau spillway, manajemen PLTA Koto Panjang kembali menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan dilakukan tanpa pertimbangan teknis yang matang. Secara prosedural, spillway baru akan dibuka apabila elevasi waduk melampaui 83,00 meter di atas permukaan laut dengan inflow minimal mencapai 1.000 meter kubik per detik.
Selain itu, pembukaan spillway juga dapat dilakukan melalui mekanisme early release berdasarkan hasil perhitungan teknis tertentu. Perhitungan ini mengacu pada prediksi curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta posisi elevasi terhadap kurva Rencana Tahunan Operasi Waduk.
“Early release dilakukan jika kondisi cuaca dan elevasi waduk mengharuskan adanya pelepasan air lebih awal demi menjaga keamanan,” jelasnya.
Manajemen juga menyebutkan bahwa pembukaan pintu pelimpah bisa menjadi opsi apabila pembangkit tidak dapat beroperasi akibat gangguan peralatan, atau ketika elevasi waduk turun hingga di bawah 73,50 meter di atas permukaan laut.
Di akhir keterangannya, Erikmon mengimbau masyarakat di wilayah hilir waduk untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi. Ia memastikan pihaknya akan terus menyampaikan perkembangan kondisi waduk secara terbuka dan berkala kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen memberikan informasi yang akurat dan terbaru agar masyarakat tidak khawatir berlebihan,” pungkasnya.