Pemko Dumai dan Elemen Masyarakat Dukung Penuh Rencana Pembangunan Markas Grup 3 Kopassus Selasa, 16/12/2025 | 09:48
Riau12.com-DUMAI — Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, menghadiri kegiatan silaturahmi sekaligus penyampaian pernyataan sikap dukungan terhadap rencana pembentukan Satuan Grup 3 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di wilayah Kota Dumai. Kegiatan tersebut digelar di Aula Klenteng, Jalan Kelakap Tujuh, Kota Dumai, Jumat (12/12/2025).
Kegiatan silaturahmi ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat sistem pertahanan di wilayah yang dinilai memiliki posisi strategis secara nasional. Dukungan yang disampaikan secara terbuka mencerminkan komitmen bersama dalam menciptakan rasa aman dan kondusivitas daerah.
Acara tersebut dihadiri Komandan Grup 3 Kopassus Brigjen TNI Bram Pramudia, Kapolres Dumai, Dandim 0320 Dumai, Wakil Ketua DPRD Kota Dumai Bahari, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Dumai. Turut hadir tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan lintas etnis dan agama.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi dan pernyataan sikap tersebut. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan kebersamaan, persatuan, dan komitmen kuat masyarakat Dumai dalam mendukung kebijakan strategis nasional di bidang pertahanan dan keamanan.
Pemerintah Kota Dumai, kata Sugiyarto, menyambut baik dan mendukung penuh rencana pembentukan Satuan Grup 3 Kopassus di wilayah Kota Dumai. Kehadiran Kopassus diyakini akan memberikan dampak positif, tidak hanya dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam memperkuat rasa aman serta stabilitas daerah.
Sugiyarto menambahkan, Kota Dumai memiliki posisi yang sangat strategis, baik sebagai kota industri, pelabuhan internasional, maupun pintu gerbang perekonomian di wilayah pesisir timur Sumatra. Kondisi tersebut membutuhkan penguatan sistem keamanan yang terpadu dan berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan dari tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat lintas etnis dan agama menjadi bukti bahwa Kota Dumai menjunjung tinggi nilai persatuan, toleransi, dan kebersamaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, kehadiran Komandan Grup 3 Kopassus Brigjen TNI Bram Pramudia beserta jajaran TNI-Polri dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya komunikasi dan koordinasi yang baik antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Brigjen TNI Bram Pramudia menyampaikan bahwa Kota Dumai diakui memiliki nilai strategis nasional, terutama dalam menjaga keamanan jalur maritim dan wilayah terluar. Ia menegaskan komitmen Kopassus untuk menjadi bagian dari masyarakat Dumai, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan pembinaan wilayah.
Melalui kegiatan silaturahmi dan pernyataan sikap ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan Kota Dumai yang aman, kondusif, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat regional dan nasional.
Dukungan terhadap pembentukan Grup 3 Kopassus di Dumai sebelumnya juga diwujudkan melalui penandatanganan Akta Hibah dan Berita Acara Serah Terima tanah seluas 142 hektare di Kecamatan Sungai Sembilan. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Dumai H. Paisal bersama tokoh masyarakat Ayu Junaidi.
Ayu Junaidi menyatakan bahwa hibah lahan tersebut merupakan bentuk nasionalisme dan dukungan masyarakat terhadap kehadiran Grup 3 Kopassus di Kota Dumai. Pemerintah Kota Dumai menilai langkah ini semakin memperkokoh posisi Dumai sebagai wilayah strategis, tidak hanya sebagai pusat industri dan perdagangan, tetapi juga sebagai titik pertahanan nasional.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, pembentukan dan pembangunan Markas Grup 3 Kopassus di Kota Dumai diharapkan segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi keamanan dan stabilitas wilayah.