Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Telan 1.022 Korban Jiwa, Ratusan Ribu Mengungsi Selasa, 16/12/2025 | 09:46
Riau12.com-MEDAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.022 orang. Dari tiga provinsi terdampak, Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban tewas terbanyak.
Berdasarkan data resmi BNPB yang dikutip dari detikNews, Senin, 15 Desember 2025, bencana hidrometeorologi tersebut juga menyebabkan kerusakan pada 158.049 unit rumah warga. Sebagian besar rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat dan tidak dapat lagi dihuni.
Selain korban jiwa, lebih dari 600 ribu warga hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian. BNPB juga mencatat sebanyak 206 orang dinyatakan hilang, sementara sekitar 7.000 orang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Kerusakan akibat bencana tidak hanya menimpa permukiman warga, tetapi juga berbagai fasilitas publik yang menjadi penunjang aktivitas masyarakat. Tercatat sedikitnya 1.200 fasilitas umum terdampak, terdiri atas 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung perkantoran, serta 145 unit jembatan.
Adapun rincian data korban jiwa di masing-masing provinsi terdampak sebagai berikut:
Di Provinsi Aceh, jumlah korban tewas mencapai 424 orang, dengan 4.300 orang luka-luka dan 32 orang dinyatakan hilang. Sementara di Sumatera Utara, tercatat 355 orang meninggal dunia, 2.300 orang luka-luka, serta 84 orang hilang. Di Sumatera Barat, korban tewas mencapai 243 orang, dengan 382 orang luka-luka dan 90 orang masih dalam pencarian.
BNPB menegaskan bahwa jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring dengan terus berlangsungnya proses pencarian dan evakuasi oleh tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta masyarakat setempat.
Saat ini, pemerintah pusat dan daerah terus mengupayakan percepatan penanganan darurat, perbaikan infrastruktur yang rusak, serta penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.