Antara Kasih Sayang dan Duka, Warga Pelalawan Tewas Dipatuk King Kobra Saat Memasak untuk Istri Sakit Jumat, 12/12/2025 | 15:26
Riau12.com-PELALAWAN – Di balik insiden tragis tewasnya seorang warga Pelalawan akibat dipatuk ular king kobra, terselip kisah pilu tentang kasih sayang keluarga. Darso, 71 tahun, warga Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, meninggal dunia pada Rabu, 10 Desember 2025, setelah racun ular menyebar cepat di tubuhnya.
Menurut keterangan pihak keluarga dan petugas, insiden bermula saat Darso hendak memasak untuk istrinya yang sedang sakit stroke. Sekitar pukul 14.30 WIB, sang istri meminta Darso untuk menggoreng kerupuk. Dengan niat membantu, pria lanjut usia itu menuju dapur rumahnya yang sebagian lantainya masih berupa tanah.
Setelah menyalakan kompor dan memanaskan minyak, Darso mengambil kerupuk dari lemari kayu tanpa pintu. Saat menggapai ke dalam lemari, seekor king kobra yang bersembunyi di sana tiba-tiba menyerangnya. "Korban mau masak kerupuk di dapur, saat itulah ia diserang ular kobra," ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pelalawan, Indra Putra, Kamis, 11 Desember 2025.
Racun ular bekerja sangat cepat. Keluarga berupaya memberikan pertolongan dan membawa Darso ke Rumah Sakit Medicare Sorek. Namun jarak yang cukup jauh membuat korban tidak dapat diselamatkan. "Sampai di rumah sakit, korban sudah meninggal dunia. Setelah itu barulah dilaporkan kepada kami," kata Komandan Regu Damkar Sorek, Rosmadi Efendi.
Kondisi ekonomi keluarga Darso tergolong memprihatinkan. Ia sehari-hari bekerja sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ia dan istrinya tinggal di rumah semi permanen yang berlantai tanah, termasuk dapurnya, dan dikelilingi semak belukar.
Setelah menerima laporan, lima personel Damkar Sorek menempuh perjalanan sekitar satu jam menuju lokasi dengan perlengkapan seperti stik penangkap ular, sarung tangan, lakban, dan alat pelindung diri. Tim langsung menyisir dapur tempat Darso dipatuk. Awalnya ular tidak ditemukan, hingga petugas menggeser lemari yang ternyata menyembunyikan lubang tempat ular bersembunyi.
Dari penyisiran, ditemukan dua ekor king kobra. Seekor yang lebih besar telah dibunuh pihak keluarga akibat emosi dan kesedihan atas tewasnya Darso. Seekor ular yang tersisa berhasil ditangkap oleh petugas dan dibawa ke posko sebelum dilepasliarkan jauh dari pemukiman warga.
Jenazah Darso disemayamkan di rumah duka sejak Rabu malam dan dimakamkan pada Kamis pagi, 11 Desember 2025. Petugas menekankan pentingnya kewaspadaan di sekitar pemukiman, terutama bagi rumah dengan dapur berlantai tanah atau area yang berpotensi menjadi sarang ular.