BPS Kampar Catat Inflasi Turun dari 5,75 Persen ke 3,9 Persen, Industri Pengolahan Mulai Tunjukkan Tren Positif Jumat, 12/12/2025 | 15:20
Riau12.com-KAMPAR – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kabupaten Kampar per November 2025 berada pada angka 3,9 persen. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan September 2025 yang mencapai 5,75 persen.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Kampar, Prayudho Bagus Jatmiko, menjelaskan bahwa inflasi year on year (YoY) sempat mencapai puncaknya pada September. Sementara deflasi tercatat terjadi pada Februari sebesar -1,09 persen dan Maret -0,16 persen, sebelum akhirnya meningkat kembali hingga September.
Menurut Prayudho, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi November 2025 adalah cabai merah, sebesar 1,42 persen. Sedangkan andil terbesar terhadap deflasi berasal dari tomat sebesar -0,09 persen, disusul jengkol, bawang putih, sabun detergen bubuk, sabun cair, dan petai. Ia menambahkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi YoY di Kabupaten Kampar.
Secara nasional, Kampar menempati posisi keempat daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Riau, setelah Kabupaten Indragiri Hilir sebesar 5,57 persen, Kota Pekanbaru 4,42 persen, dan Kota Dumai 4 persen.
Selain inflasi, BPS Kampar juga mencatat laju pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan perbedaan pada setiap sektor. Sektor sekunder mengalami kenaikan dari 4,19 persen pada Triwulan I menjadi 5,35 persen pada Triwulan II. Sebaliknya, sektor primer turun dari 4,64 persen menjadi 3,46 persen, dan sektor tersier menurun dari 5,99 persen ke 4,31 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kampar secara keseluruhan juga menunjukkan perlambatan dari 4,59 persen menjadi 4,26 persen.
Prayudho menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kampar cukup berfluktuasi sejak masa pemulihan pasca pandemi. Pada 2022, pertumbuhan mencapai 4,83 persen, kemudian turun menjadi 4,22 persen pada 2023, dan kembali melambat pada 2024 hingga 2,72 persen.
Ia menekankan bahwa struktur ekonomi Kabupaten Kampar masih bertumpu pada sektor pertanian, yang mendominasi kontribusi terhadap PDRB. Namun, sektor industri pengolahan mulai menunjukkan tren peningkatan, memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. "Struktur ekonomi Kampar masih bertumpu pada pertanian, namun industri pengolahan mulai menunjukkan tren peningkatan kontribusi," ujarnya.