BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap Usai Serangan Harimau Sumatera di Kebun Sawit Dayun Jumat, 12/12/2025 | 13:57
Riau12.com-SIAK – Seekor sapi milik warga di Dusun Batang Sepetai, Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan pada Rabu, 10 Desember 2025. Hewan ternak tersebut mengalami luka robek pada bagian tubuh belakang dan paha atas, diduga akibat serangan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).
Pemilik sapi, Selamat, pertama kali menemukan hewan ternaknya tergeletak tak bernyawa di area kebun sawit milik warga lain bernama Purba. Temuan ini segera dilaporkan kepada pemerintah desa dan aparat berwenang.
Mendapat laporan, tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, TNI, Polri, pemerintah setempat, dan masyarakat langsung menuju lokasi kejadian. Setibanya di sana, tim menemukan bangkai sapi dalam kondisi rusak parah akibat gigitan dan cakaran.
Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya jejak kaki satwa liar dengan ukuran sekitar 15 cm, yang mengarah pada dugaan kuat bahwa pelaku serangan adalah Harimau Sumatera. Lokasi kejadian berada di Areal Penggunaan Lain (APL) berupa kebun sawit masyarakat, wilayah yang sering bersinggungan dengan habitat alami satwa dilindungi tersebut.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan langkah penanganan cepat berupa pemasangan kamera trap untuk memastikan identitas dan pola pergerakan harimau yang diduga terlibat. "Sebagai langkah awal, kami memasang dua unit kamera trap di sekitar lokasi serangan. Tujuannya untuk mengidentifikasi individu, mengetahui perilaku, serta memetakan pola pergerakan satwa tersebut," ujar Supartono, Jumat, 12 Desember 2025.
Supartono menegaskan bahwa tindakan ini penting untuk memastikan mitigasi lanjutan dapat dilakukan secara tepat sasaran. "Kami harus memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan perlindungan Harimau Sumatera sebagai satwa dilindungi. Setiap informasi yang terekam menjadi dasar bagi kami menentukan langkah berikutnya," tambahnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa wilayah sekitar habitat harimau berpotensi terjadi interaksi dengan satwa liar, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan. "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. BBKSDA Riau berkomitmen menangani kasus ini secara profesional. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami," tegasnya.
Supartono menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mempercepat upaya mitigasi. "Kerja sama dan informasi dari masyarakat sangat kami harapkan. Setiap laporan sangat berarti untuk meminimalkan risiko konflik antara manusia dan satwa liar," lanjutnya.
BBKSDA Riau memastikan akan terus melakukan monitoring di sekitar area kejadian serta berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif. "Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Harapannya, situasi dapat tetap terkendali dan langkah mitigasi berjalan efektif," pungkasnya.