Drama Penyelamatan di Tesso Tenggara: Anak Gajah Luka Parah Akibat Jerat, Kini Sudah Bergabung Lagi dengan Rombongan Jumat, 12/12/2025 | 09:35
Riau12.com-PELALAWAN – Seekor anak gajah Sumatera ditemukan dalam kondisi terluka akibat jerat tali nilon di kantong gajah Tesso Tenggara, Pelalawan, Riau. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) untuk melakukan evakuasi dan tindakan medis pada Kamis (11/12), setelah menerima laporan dari call center pada Senin (1/12/2025).
“Laporan tersebut mengatakan anak gajah itu tertinggal dari kelompoknya dan berada di sekitar kawasan konsesi salah satu PBPH di Riau,” ujar Kepala BBKSDA Riau, Supartono.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BBKSDA mengerahkan tim dokter hewan dan para mahout untuk melakukan pencarian. Setelah menyisir area bersama mitra, tim menemukan seekor gajah betina berusia sekitar dua tahun, dengan berat diperkirakan 400 kilogram dan tinggi 178 sentimeter.
“Tim yang turun ke lokasi mendapati kondisi kaki kanan depan mengalami luka akibat jerat tali nilon,” jelas Supartono.
Untuk memudahkan proses pemeriksaan, tim melakukan pembiusan dan menemukan luka terbuka yang memerlukan perawatan intensif. Tim medis kemudian memberikan terapi cairan untuk mencegah dehidrasi, vitamin untuk meningkatkan kondisi tubuh, antibiotik guna mengatasi infeksi sekunder, serta obat antiradang dan antiinflamasi.
Perawatan berlangsung sekitar tiga jam. Setelah kondisinya stabil, anak gajah tersebut dilepasliarkan kembali ke lokasi awal dengan harapan dapat bergabung dengan kelompoknya. Supartono menyebutkan bahwa populasi gajah liar di kantong Tesso Tenggara saat ini diperkirakan mencapai 30 individu.
BBKSDA Riau kemudian melakukan pemantauan lanjutan selama beberapa hari menggunakan drone dan patroli lapangan. Hasil monitoring menunjukkan bahwa anak gajah tersebut akhirnya berhasil kembali ke rombongannya.
“Seluruh proses pengobatan dilaporkan berjalan aman, meski rombongan gajah liar berada pada jarak sekitar satu kilometer dari lokasi penanganan,” kata Supartono.
Ia mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut. “Terima kasih kepada para pihak yang telah membantu kelancaran penyelamatan satwa dilindungi itu,” tutupnya.