Gudang Beras Baru di Meranti Segera Dibangun, Pemkab dan Bulog Teken Nota Kesepahaman Senin Mendatang Kamis, 11/12/2025 | 12:07
Riau12.com-Selatpanjang — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Perum Bulog Kanwil Riau-Kepri tengah mematangkan rencana pembangunan gudang stok beras di daerah itu. Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang sebagai langkah awal kerja sama strategis.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, saat menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kanwil Perum Bulog Riau-Kepri, Dani Satrio, didampingi Kepala Cabang Bengkalis, Dely Bayu Putra, Selasa (10/12/2025) di Kantor Bupati.
"Pada Senin mendatang, Pemkab Meranti dijadwalkan menandatangani MoU dengan Bulog terkait pembangunan gudang stok beras di Meranti," ujar Asmar.
Bupati Asmar menyambut baik koordinasi yang dilakukan Bulog dan menekankan pentingnya pembangunan gudang beras bagi ketahanan pangan daerah. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Meranti untuk mendukung langkah strategis ini demi kemajuan bersama.
Kepala Kanwil Perum Bulog Riau-Kepri, Dani Satrio, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemkab Meranti dan menegaskan komitmen Bulog untuk menjaga ketersediaan beras di daerah agar tetap aman dan stabil.
"Kami akan memastikan stok beras di Kabupaten Kepulauan Meranti tetap terjaga. Apa yang dibahas hari ini bersama Bupati diharapkan dapat berjalan baik ke depannya," kata Dani.
Dani menambahkan bahwa pembangunan gudang stok beras merupakan langkah antisipatif untuk menghindari potensi kelangkaan di masa mendatang. Kerja sama ini juga diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi beras serta memperkuat ketahanan pangan di Kepulauan Meranti.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dalam penyaluran beras SPHP, Bulog menyerahkan cenderamata kepada Bupati Asmar dan jajaran Pemkab Meranti.
Langkah ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan Bulog untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dan menjaga stabilitas pasokan beras di wilayah kepulauan yang rawan menghadapi tantangan logistik.