TNI AU Gelar Latihan Force Down, Pesawat Tempur Hawk Amankan Pesawat Asing di Pekanbaru Kamis, 11/12/2025 | 10:24
Riau12.com-Pekanbaru — Pesawat tempur Hawk 100/200 dari Skadron Udara 12 Wing Udara 3.1 Tempur berhasil melakukan force down atau pendaratan paksa terhadap sebuah pesawat asing yang memasuki Wilayah Udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tanpa dokumen penerbangan lengkap, Rabu (10/12/2025).
Peristiwa ini menunjukkan respons cepat TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional. Perintah scramble dikeluarkan setelah radar pertahanan udara mendeteksi keberadaan pesawat tak dikenal yang melintas di atas wilayah Indonesia.
Tidak lama setelah perintah diterima, satu flight pesawat tempur lepas landas untuk melakukan intercept. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa pesawat tersebut merupakan pesawat militer milik negara “Musang”, yang mengklaim mengalami gangguan pada sistem navigasi. Meski demikian, seluruh prosedur pertahanan tetap dijalankan sesuai standar operasi.
Sesuai protokol, pesawat asing tersebut diarahkan untuk mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru guna pemeriksaan lebih lanjut. Setibanya di pangkalan, pilot dan pesawat diamankan oleh personel Satpom dan Hanlan sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan. Tim kemudian memeriksa dokumen penerbangan, identitas awak, dan data pendukung lainnya sebagai bagian dari proses penindakan pelanggaran wilayah udara.
Peristiwa ini merupakan bagian dari skenario latihan force down yang digelar Lanud Roesmin Nurjadin untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan seluruh unsur satuan. Latihan ini mensimulasikan penanganan pelanggaran wilayah udara secara nyata, melibatkan unsur penerbang tempur, radar, pertahanan pangkalan, serta elemen pendukung lainnya.
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, menegaskan pentingnya latihan force down dalam menjaga kewaspadaan nasional.
“Kesiapsiagaan tidak boleh hanya menjadi slogan. Latihan seperti ini memastikan setiap unsur, dari penerbang hingga pasukan pengamanan pangkalan, benar-benar siap menghadapi situasi nyata. TNI AU akan selalu berada di garis depan menjaga kedaulatan udara Indonesia,” ujarnya.
Latihan force down ini sekaligus menjadi ajang pengujian kemampuan operasional satuan secara menyeluruh. Seluruh unsur di pangkalan diuji mulai dari deteksi radar, koordinasi penerbangan, hingga pengamanan pesawat dan awak di darat. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah kesiapan personel TNI AU menghadapi pelanggaran wilayah udara dan situasi darurat lainnya.