TPID Riau Raih Peringkat Ketiga TPID Award 2025, Apresiasi Pengendalian Inflasi Terbaik se-Sumatera Rabu, 10/12/2025 | 09:40
Riau12.com-PEKANBARU – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang TPID Award 2025 yang diselenggarakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), TPID Riau meraih peringkat ketiga untuk kategori TPID Berkinerja Terbaik se-Pulau Sumatera.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, yang mewakili Penjabat Gubernur Riau, SF Hariyanto. Syahrial menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan komoditas penting di Riau sepanjang tahun 2025.
"Alhamdulillah, pada tahun ini TPID Provinsi Riau mendapat apresiasi dari TPIP atas upaya dan kinerja pengendalian inflasi di daerah. Prestasi ini merupakan buah dari kerja sama lintas sektor yang solid," ujar Syahrial Abdi usai menerima penghargaan.
Keberhasilan TPID Riau tidak terlepas dari serangkaian langkah strategis Pemerintah Provinsi Riau, termasuk melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, PT Riau Pangan Bertuah (RPB). Direktur PT RPB, Ade Putra Daulay, menjelaskan bahwa berbagai program unggulan yang dijalankan telah memberi kontribusi nyata, terutama dalam menjaga stabilitas harga pangan.
"Alhamdulillah, segala upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau atas arahan Bapak Gubernur melalui TPID Riau membuahkan hasil dan mendapat perhatian dari pemerintah pusat," kata Ade.
Ade merinci sejumlah program yang dijalankan selama tahun 2025, antara lain pendirian Swalayan Pangan TOPAN (Toko Pengendalian Inflasi Pangan) yang menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Selain itu, dibuka pula kios pangan di pasar-pasar pantauan untuk memastikan ketersediaan komoditas penting, serta peluncuran Mobil TOPLING (Toko Pengendalian Inflasi Pangan Keliling) untuk menjangkau daerah-daerah yang lebih luas.
Tidak hanya itu, PT RPB juga melaksanakan operasi pasar murah sebanyak 224 kali sepanjang tahun 2025, memperkuat kerja sama antar daerah untuk menjaga pasokan pangan, melaksanakan program kontrak farming dan budidaya cabai melalui on farm guna meningkatkan produksi lokal, serta bekerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih untuk memperluas jaringan distribusi pangan.
Menurut Ade, seluruh langkah ini tidak hanya menekan gejolak harga, tetapi juga memperbaiki distribusi dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.
Ke depan, PT Riau Pangan Bertuah berkomitmen untuk tetap menjadi instrumen penting Pemerintah Provinsi Riau dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Sebagai BUMD pangan, perusahaan ini akan memperluas jangkauan program, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan layanan agar pengendalian inflasi di Riau semakin efektif.
"Sebagai BUMD pangan, kami berkomitmen untuk terus mengawal dan mendukung penuh Pemerintah Provinsi Riau dalam pengendalian inflasi pangan," tutup Ade.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan memperluas inovasi demi menjaga stabilitas harga serta kesejahteraan masyarakat Riau.