Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang Naik 37 Cm, Inflow Tinggi Dua Hari Terakhir Jadi Pemicu Selasa, 09/12/2025 | 14:44
Riau12.com-KAMPAR – Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar kembali mengalami kenaikan signifikan pada Selasa (9/12/2025) pagi. Kenaikan ini dipicu tingginya debit air masuk atau inflow ke waduk dalam dua hari terakhir.
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah melalui Erikmon menjelaskan bahwa pada pukul 06.00 WIB, posisi muka air waduk berada di level 76,06 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 37 sentimeter dibandingkan kondisi Senin pagi yang tercatat 75,69 mdpl.
“Kenaikan ini tidak lepas dari tingginya debit air yang masuk ke waduk. Pada hari ini inflow tercatat 429,88 meter kubik per detik, sementara outflow melalui turbin pembangkit dilepas sebesar 209,23 meter kubik per detik,” ujarnya.
Ia menambahkan, sehari sebelumnya inflow masih tercatat 441,3 meter kubik per detik dengan pelepasan air melalui turbin sebesar 104,92 meter kubik per detik. Selisih antara debit masuk dan debit keluar itulah yang membuat volume air waduk terus bertambah secara bertahap.
Meski terjadi kenaikan, pihak pengelola memastikan elevasi waduk masih berada dalam batas operasional yang aman. Pengaturan elevasi mengacu pada standar yang telah ditetapkan, yaitu Low Water Level (LWL) 73,50–80,59 mdpl, Normal Water Level (NWL) 80,60–82,99 mdpl, dan High Water Level (HWL) 83,00–85,00 mdpl.
“Seluruh pengaturan debit dilakukan secara terukur untuk menjaga keamanan wilayah hilir sekaligus memastikan kestabilan pembangkitan listrik,” tambah Erikmon.
PLTA Koto Panjang juga menyampaikan bahwa pembukaan pintu pelimpah atau spillway hanya akan dilakukan apabila elevasi waduk melebihi 83,00 mdpl dan inflow mencapai sedikitnya 1.000 meter kubik per detik. Selain itu, mekanisme early release dapat diterapkan sebagai langkah antisipasi berdasarkan analisa teknis, seperti prakiraan curah hujan dari BMKG dan posisi elevasi terhadap kurva Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW).
Spillway juga dapat dibuka jika unit pembangkit tidak dapat beroperasi akibat gangguan teknis atau ketika elevasi turun hingga menyentuh batas bawah 73,50 mdpl.
Erikmon menegaskan bahwa perkembangan kondisi waduk akan terus disampaikan secara berkala kepada publik.
“Informasi ini kami sampaikan rutin agar masyarakat mendapatkan data terkini dan memahami langkah-langkah pengelolaan air yang kami lakukan,” tutupnya.