Pemprov Riau Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Nataru, Harga Cabai Normal Rp50.000 per Kilo Senin, 08/12/2025 | 14:30
Riau12.com-PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mengintensifkan langkah pengendalian inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. Upaya ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi yang digelar di Balai Serindit, Senin (8/12/2025) pagi.
Plt Gubernur Riau, Sofyan Franyata Hariyanto, menegaskan baPemerintah Provinsi Riau mengintensifkan langkah pengendalian inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. Upaya ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi yang digelar di Balai Serindit, Senin (8/12/2025) pagi.Plt Gubernur Riau, Sofyan Franyata Hariyanto, menegaskhwa stabilitas harga pangan dan kelancaran distribusi menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia menyoroti gejolak harga cabai yang sempat menimbulkan tekanan inflasi pada bulan sebelumnya, ketika harga melonjak hingga Rp150.000 per kilogram.
“Alhamdulillah cabai sudah normal, sekarang Rp50.000 per kilo,” ujar SF Hariyanto. Penurunan harga terjadi setelah pemerintah bekerja sama dengan Bank Indonesia, Kementerian Koperasi dan Perdagangan, serta BUMD Riau Pangan Bertuah untuk mendatangkan pasokan cabai dari Sleman, Yogyakarta.
SF Hariyanto menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa mengandalkan satu intervensi saja. Pemerintah daerah diminta memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui operasi pasar murah, gerakan pangan murah, serta keterlibatan perusahaan dan komunitas lokal melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memastikan ketersediaan pasokan.
Dalam rapat tersebut, yang dihadiri 12 pimpinan kabupaten/kota, Plt Gubernur langsung menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota untuk melakukan empat langkah utama.
Pertama, mengintensifkan operasi pasar murah agar harga pangan tetap terjangkau masyarakat. Kedua, memastikan ketersediaan stok baik di gudang maupun di jalur distribusi. Ketiga, memprioritaskan angkutan bahan pangan agar distribusi tidak tersendat. Terakhir, berkoordinasi dengan Bulog terkait stok beras dan minyak goreng.
“Kita minta distribusi pangan jangan tersendat. Kalau perlu, kita jemput langsung lagi dari Jawa. Cabai dan bawang ini sangat dibutuhkan,” tegas SF Hariyanto.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga bahan pangan selama periode Natal dan Tahun Baru, sekaligus mencegah lonjakan inflasi yang dapat memberatkan masyarakat. Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk terus memantau pasokan, harga, dan distribusi pangan secara berkala hingga akhir tahun 2025.