Bea Cukai Riau Waspadai Modus Penipuan Kiriman Paket Internasional, Jangan Transfer ke Nomor Pribadi Senin, 08/12/2025 | 09:53
Riau12.com-PEKANBARU – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai, khususnya terkait barang kiriman dari luar negeri.
Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya laporan warga yang diminta mentransfer sejumlah uang oleh oknum yang mengaku petugas Bea Cukai dengan alasan penyelesaian administrasi paket.
Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Riau, Anton Mawardi, menegaskan bahwa lembaganya tidak pernah menghubungi masyarakat melalui nomor pribadi maupun meminta transfer ke rekening perorangan. “Setiap pungutan negara dilakukan secara resmi sesuai mekanisme pemerintah,” ujar Anton.
Para pelaku penipuan biasanya menekan dan menakut-nakuti korban agar segera mengirim uang. Untuk meyakinkan korban, mereka sering mengirim foto paket, tangkapan layar percakapan palsu, atau dokumen hasil rekayasa yang seolah-olah resmi dari Bea Cukai.
Modus yang paling sering muncul antara lain meminta uang dengan dalih biaya ‘denda’, ‘penahanan paket’, atau ‘bea masuk tambahan’. Anton menegaskan bahwa Bea Cukai **tidak pernah menahan paket hanya karena penerima belum membayar di luar prosedur resmi**. “Jika ada yang menghubungi warga lewat nomor pribadi dan meminta transfer, apalagi disertai ancaman, itu pasti penipuan. Jangan pernah kirim uang sebelum memverifikasi informasi,” tegasnya.
Anton juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa status barang kiriman melalui situs resmi beacukai.go.id, aplikasi resmi, atau layanan Bravo Bea Cukai 1500225. Informasi tarif, aturan impor, dan ketentuan lainnya tersedia secara transparan.
Beberapa ciri penipuan yang perlu diwaspadai antara lain:
* Menghubungi korban menggunakan nomor pribadi atau akun media sosial palsu * Memaksa korban transfer dana dengan alasan paket ditahan * Mengirim dokumen Bea Cukai palsu atau hasil edit * Menawarkan penyelesaian cepat di luar prosedur resmi
Selain itu, beberapa pelaku bahkan mengancam korban dengan klaim memiliki data pribadi mereka, akan memproses kasus secara hukum, atau mengirim polisi ke rumah. Menurut Anton, ancaman ini merupakan trik klasik penipu yang tidak perlu dipercaya.
Kanwil Bea Cukai Riau menegaskan akan terus mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi, kampanye di media sosial, dan koordinasi lintas instansi untuk meminimalkan praktik kriminal yang merugikan masyarakat.