BNPB Catat 753 Jiwa Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar Rabu, 03/12/2025 | 15:34
Riau12.com-PEKANBARU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 753 jiwa meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologis yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data ini diperoleh dari Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tahun 2025, Rabu (3/12/2025) siang.
Selain korban meninggal, sebanyak 650 jiwa dilaporkan masih hilang, dan sekitar 2.600 orang mengalami luka-luka. BNPB juga mencatat kerusakan pada rumah-rumah warga, yakni 3.600 unit rumah rusak berat, 2.100 rumah rusak sedang, dan 3.700 rumah rusak ringan.
Jumlah warga yang mengungsi akibat bencana ini juga terus bertambah. Di Aceh, tercatat sekitar 1,5 juta orang harus meninggalkan rumahnya, sementara di Sumatera Utara terdapat sekitar 538.800 orang dan di Sumatera Barat sekitar 106.200 orang yang mengungsi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa seluruh wilayah terdampak mendapat perhatian penuh, dengan prioritas utama pada daerah yang sulit dijangkau.
“Kita utamakan daerah-daerah yang masih terisolir untuk memastikan dukungan logistik terpenuhi. Aceh Tamiang salah satunya,” ujar Gus Ipul, Rabu (3/12/2025).
Bantuan logistik yang dikirimkan meliputi makanan siap saji, pakaian untuk ibu dan anak, obat-obatan, tenda pengungsian dan tenda anak, matras, beras, serta kebutuhan dasar lainnya. Semua bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak dan mempercepat pemulihan di daerah bencana.
BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan koordinasi lapangan untuk memastikan bantuan dapat sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Langkah ini juga diharapkan dapat meminimalkan risiko bertambahnya korban jiwa dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.