Strike Force Constantine: Penangkapan Jaringan Pedofilia Internasional di New South Wales Selasa, 02/12/2025 | 11:52
Riau12.com-JAKARTA – Polisi Australia berhasil membongkar jaringan eksploitasi seksual anak yang beroperasi di dunia maya. Empat pria ditangkap di New South Wales terkait kasus yang mengguncang masyarakat dan meninggalkan luka emosional bagi banyak pihak.
Penangkapan dilakukan pada Minggu (30/11) setelah Kepolisian New South Wales mengembangkan penyelidikan lintas negara. Para pelaku diduga merupakan bagian dari kelompok gelap yang menyebarkan konten eksploitasi anak ke jaringan internasional. Polisi saat ini fokus mengidentifikasi para korban, yang berusia mulai dari bayi hingga 12 tahun.
Komandan Divisi Kejahatan Seksual, Jayne Doherty, menyebut kasus ini sebagai salah satu kejahatan paling mengusik yang pernah dihadapinya. Ia mengatakan bahwa ribuan video ditemukan pada perangkat elektronik yang disita selama penggerebekan. Materi tersebut bahkan menggunakan simbol dan ritual untuk menyamarkan tindakan mereka.
Operasi ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang bersembunyi di balik gawai dan ruang digital. Kelompok tersebut tidak hanya berkoordinasi di Australia, tetapi juga memiliki koneksi dengan jaringan pelaku internasional.
Salah satu penangkapan yang terekam dalam video memperlihatkan aparat menggedor pintu sebuah apartemen di Waterloo. Teriakan “polisi!” menggema sebelum seorang pria berusia 26 tahun diringkus. Pria ini diduga memiliki peran sentral dalam kelompok tersebut, dan video menunjukkan kepanikan sekejap yang menandai akhir dari praktik gelap yang selama ini tersembunyi.
Penyelidikan dilakukan melalui operasi khusus bernama Strike Force Constantine, yang dijalankan sejak April. Operasi ini bertujuan memburu pelaku eksploitasi anak di dunia maya, terutama mereka yang menggunakan simbol gelap untuk memanipulasi ruang digital. Pada November, polisi mulai melacak aktivitas kelompok ini di Sydney setelah menemukan indikasi keterhubungan dengan sindikat paedophilia internasional.
Kasus ini menegaskan pesan penting: kejahatan terhadap anak dapat bersembunyi di tempat paling sunyi, dan keberanian penyidik menjadi kunci untuk membongkar praktik gelap tersebut. Polisi menegaskan bahwa penyelidikan masih berlanjut, dengan prioritas utama melindungi dan mengidentifikasi para korban.