Ribuan Pengungsi Aceh Timur Menahan Lapar, Bupati Cari Beras Darurat di Tengah Banjir dan Longsor Senin, 01/12/2025 | 13:48
iau12.com-ACEH UTARA – Ribuan warga Aceh Timur harus menahan lapar selama dua hari dua malam setelah banjir dan longsor menenggelamkan desa-desa mereka. Kondisi ini terjadi karena keterbatasan pasokan beras di lokasi-lokasi pengungsian yang sebagian besar terisolasi akibat akses terputus.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menggambarkan kondisi memilukan itu dengan nada yang penuh kesedihan. “Dua hari dua malam rakyat kami tidak makan. Mereka kehabisan beras di lokasi pengungsian,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Dalam upaya darurat, Bupati Iskandar terpaksa mencari beras ke sebuah pabrik di Darul Aman agar dapat segera didistribusikan ke titik-titik pengungsian yang masih dapat dijangkau. Sementara itu, permintaan bantuan 200 ton beras dari Bulog belum tiba di lokasi.
“Banjir dan longsor memperparah keadaan. Lima desa di Kecamatan Peunaron Lokop tenggelam dan belum bisa dijangkau tim gabungan. Para pengungsi yang bertahan di perbukitan mulai melemah tanpa makanan,” tambahnya.
Keterisolasian wilayah semakin diperburuk oleh putusnya jaringan komunikasi. Hanya di Idi, pemerintah daerah masih dapat menerima laporan melalui akses internet Starlink. Dari titik itu, koordinasi bantuan dilakukan sambil berharap jalur darat bisa segera dibuka.
Dampak banjir tidak hanya dirasakan Aceh Timur. Beberapa wilayah lain seperti Lhokseumawe, Bireuen, Langsa, Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Utara juga terdampak. Namun kondisi warga Aceh Timur yang terjebak tanpa makanan menjadi gambaran paling mengguncang dari bencana yang telah berlangsung delapan hari ini.
Di lokasi pengungsian, harapan warga sederhana: makanan dan akses jalan yang kembali terbuka. Pemerintah daerah terus berupaya menyalurkan bantuan dan membuka jalur terputus agar korban dapat segera menerima kebutuhan dasar mereka.