Lonjakan Harga Cabai di Riau Dipicu Terputusnya Pasokan dari Sumbar dan Sumut, Pemerintah Cari Alternatif dari Jawa Senin, 01/12/2025 | 13:35
Riau12.com-PEKANBARU – Harga cabai di Provinsi Riau melonjak drastis pasca bencana alam yang melanda tiga provinsi tetangga. Cabai merah yang sebelumnya dijual Rp40.000 hingga Rp60.000 per kilogram kini tembus Rp150.000 per kilogram.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UMKM Riau, Taufik OH, membenarkan kenaikan harga tersebut. "Kita sudah mengecek ke pasar-pasar dan memang harga cabai merambat naik, berkisar antara Rp130.000-Rp140.000 per kilogram. Namun mulai hari ini, harga cabai kembali melonjak menjadi Rp150.000 per kilogram," ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Taufik menjelaskan bahwa kenaikan harga dipicu oleh menipisnya pasokan cabai dari Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara yang terdampak banjir dan longsor. Terputusnya akses jalan dari provinsi-provinsi pemasok utama menghambat distribusi cabai ke Riau.
Untuk menekan lonjakan harga lebih lanjut, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola pasar induk untuk mendatangkan cabai dari sumber alternatif, termasuk Pulau Jawa. "Kita sudah mencoba menghubungi pemasok dari Jawa, mudah-mudahan bisa masuk dari Brebes dan Jambi. Stok cabai dari Sumbar, Medan, dan Aceh lama-kelamaan akan habis," kata Taufik.
Meski cabai mengalami lonjakan harga signifikan, Taufik memastikan harga bahan pokok lainnya seperti beras, telur, dan minyak goreng masih stabil. Stok beras dari Bulog dikonfirmasi aman hingga akhir tahun, termasuk untuk kebutuhan hari besar keagamaan mendatang.
Pemulihan akses transportasi dari daerah-daerah pemasok diperkirakan membutuhkan waktu, sehingga kelangkaan pasokan cabai diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.