www.riau12.com
Sabtu, 17-Oktober-2026 | Jam Digital
14:59 WIB - Seminar Proposal Tesis, Ramli Ditantang Perkuat Perspektif Ilmu Administrasi | 07:59 WIB - BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Ini Alasannya | 20:50 WIB - Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Nasional Tata Kelola Investasi | 20:35 WIB - Ahmad Jais Resmi Jadi Kades PAW Desa Baru, Lanjutkan Masa Jabatan hingga 2028 | 20:13 WIB - Gara-gara Selisih Harga Kasur Rp 40 Ribu, Pedagang di Pekanbaru Disabet Sabit | 20:10 WIB - Wabah Ebola di Kongo Meluas, 6.757 Kasus dan 3.267 Orang Meninggal
 
Wawako Minta Imigran Enyah dari Pekanbaru
Sabtu, 07-11-2015 - 14:18:56 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU, Riau12.com - Kabar miring imigran menyebarkan ajaran Syiah menimbulkan keresahan warga. Mengantisipasi aliran sesat itu, Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru, Ayat Cahyadi minta imigran enyah dari Kota Bertuah.

"Masyarakat jangan terpengaruh dengan Syiah. Karena banyak kontranya, menimbulkan persoalan sosial dan juga paham keagamaan, saya harapkan tiadakan saja imigran," tegas Ayat di ruang kerjanya, Jumat (6/11/2015).

Ayat juga menyadari hal itu butuh tahapan agar Pekanbaru tidak ada imigran gelap. Untuk itu dia mengimbau, orangtua mengawasi anak gadisnya. "Tidak usah berinteraksi, apalagi sampai belajar agama. Kan kita banyak ustadz-ustadz di masjid paripurna, itu yang diikuti," sebutnya.

Seperti yang diketahui keberadaan imigran gelap yang berada di rumah penampungan menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat. Sebab santer terdengar ada imigran yang menjadi gigolo dan penyebar ajaran syiah.

Sebelumnya, sempat beredar broadcast di aplikasi BBM yang berbunyi:

"Diimbau kepada masyarakat dengan adanya "IMIGRAN-IMIGRAN GANTENG" yang biasanya kita jumpai di Jalan Ahmad Yani, di Purna MTQ, dan di kawasan Masjid Agung An Nur, karena mereka datang ke Indonesia khususnya ke Pekanbaru mempunyai misi untuk menyebarkan aliran sesat SYIAH. Target mereka adalah mendekati para remaja-remaja putri kita, serta masyarakat yang dangkal ilmunya tentang agama. Incaran mereka adalah remaja-remaja putri untuk dijadikan korban mutah alias pelacuran berwaktu. Telah didapati diantara mereka 70 persen sudah terinveksi HIV AIDS. Teruskan BC ini demi agama dan umat. Waspadalah wahai muslimin dan muslimah. Khususnya masyarakat Islam di Pekanbaru."(r12.hr)



 
Berita Lainnya :
  • Wawako Minta Imigran Enyah dari Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved