www.riau12.com
Kamis, 20-09-2018 | Jam Digital
11:44 WIB - Kasus DBD di Pekanbaru Sudah 242 | 10:12 WIB - Disdalduk KB Galakkan Kesehatan Reproduksi Bagi Ibu PKK se-kota Pekanbaru, | 08:25 WIB - Lurah dan Forum RT RW Airputih Siap Wujudkan Aksi Pekanbaru Bersih | 20:30 WIB - Kepergok Mesum, 8 Pasangan Remaja di Dumai Diciduk Petugas Gabungan di Kos-Kosan | 19:30 WIB - Massa Alamak Berdemo Minta Kasus Dugaan Tipikor Pembangunan Pipa Transmisi Dituntaskan | 18:45 WIB - Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bengkalis Sulap Kubangan Jalan Jadi "Taman Memancing"
 
Aktivis GPPI Kampar Tolak Keberadaan Indomaret, Ini Alasannya
Jumat, 01-06-2018 - 14:25:56 WIB

TERKAIT:
 
  • Aktivis GPPI Kampar Tolak Keberadaan Indomaret, Ini Alasannya
  •  

    Riau12.com-BANGKINANG-Aktivis Kampar tolak kehadiran minimarket Indomaret di Kampar.  Indomaret dinilai dapat mematikan usaha sejenis yang dikelola masyarakat secara perorangan.

    Aksi penolakan berdirinya minimarket Indomaret di Bangkinang dilakukan oleh pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Cabang Kampar.

    Aktivis GPPI Riyan mengatakan,  bahwa aksi tersebut berawal dari pengaduan pedagang kecil yang mengeluh atas dibukanya kedua minimarket tersebut.

    Korlap aksi, David mengatakan, bahwa pembukaan Minimarket INDOMARET sangat merugikan usaha sejenis yang dikelola perorangan.

    David menegaskan,  bahwa Pemerintah seharusnya tidak memberikan peluang kepada modal asing untuk membuka usaha di kampar, karena menurut saya itu tidak dapat membantu perkembangan ekonomi rakyat di Kampar.

    Sementara Sekretaris Umum GPPI Kampar, Ryan mengaku tidak mengetahui Alasan dan maksud yang jelas dari Pemda Kampar terhadap pemberian izin kepada minimarket Indomaret.

    Kalau untuk membuka peluang lapangan kerja untuk masyarakat kampar, menurut saya tidak sesuai dengan berapa keuntungan yang diperoleh masyarakat dibandingkan dengan keuntungan yang dibawa keluar oleh perusahaan minimarket INDOMARET tersebut, ungkap Ryan.

    Lebih lanjut Ryan mengatakan, seharusnya pemerintah membackup pedagang kecil, seperti memberikan bantuan modal usaha bagi masyarakat kampar, bukannya mendatangkan penjajah di kampar, tambah Ryan.

    Dalam isi spanduk yang bertuliskan #DPRDSABUN dan #PEMKABASING itu menandakan bahwa para wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD tidak bisa mengawal dan mengontrol kebijakan pemerintah, sementara kita melihat pemerintah Kampar lebih berpihak kepada modal asing ketimbang rakyat sendiri, jelas Ryan.

    Kami dari Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Cabang Kampar menuntut DPRD Kampar dan PEMERINTAH KAMPAR mengambil sikap untuk mencabut izin minimarket INDOMARET serta usir pemodal asing yang membuat rakyat Kampar menjerit, ungkap Ryan. (Rsky/Mcr)



     
    Berita Lainnya :
  • Aktivis GPPI Kampar Tolak Keberadaan Indomaret, Ini Alasannya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    4 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    5 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    6 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    7 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    8 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    9 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
    10 Ada Mobil Goyang, Setelah Dibuka...Ternyata Polisi Mesum
     
    Pekanbaru Rohil Advertorial Pariwara Galeri Foto Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved