www.riau12.com
Sabtu, 17-Oktober-2026 | Jam Digital
14:59 WIB - Seminar Proposal Tesis, Ramli Ditantang Perkuat Perspektif Ilmu Administrasi | 07:59 WIB - BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Ini Alasannya | 20:50 WIB - Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Nasional Tata Kelola Investasi | 20:35 WIB - Ahmad Jais Resmi Jadi Kades PAW Desa Baru, Lanjutkan Masa Jabatan hingga 2028 | 20:13 WIB - Gara-gara Selisih Harga Kasur Rp 40 Ribu, Pedagang di Pekanbaru Disabet Sabit | 20:10 WIB - Wabah Ebola di Kongo Meluas, 6.757 Kasus dan 3.267 Orang Meninggal
 
21 Warga Pelalawan Terserang DBD, Terbanyak Langgam
Jumat, 05-02-2016 - 18:09:59 WIB

TERKAIT:
   
 

PELALAWAN,Riau12.com-Sejak awal Januari 2016 hingga kini tercatat 221 warga Kabupaten Pelalawan terserang Demam Berdarah Dangue (DBD). Terbanyak korbannya ada di Kecamatan Langgam dengan 6 kasus.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pelalawan, dr Endid R Pratiknyo melalui Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyelamatan Lingkungan (P2PL) Khairul pada media ini, Rabu (3/2/2016). Menurutnya, pihak Diskes terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap para pasien korban DBD, baik di 13 puskesmas yang ada di 12 Kecamatan, RSUD Selasih dan Rumah Sakit Swasta yang ada di Pelalawan.

"Alhamdulillah, semua pasien yang terserang DBD sudah diatasi dengan perawatan dan pengobatan yang intensif. Pasien DBD tergolong masih bisa diatasi dan tidak tergolong parah. 21 kasus DBD terdapat di 4 Kecamatan yakni Kerumutan 2 kasus, Langgam 6 kasus, Bandar Seikijang 1 kasus, Pangkalan Kerinci 12 kasus. Seluruh kasus DBD hingga saat ini berjumlah 21 kasus," ungkapnya.
                                              
Pihak Diskes Pelalawan, sambungnya, mengantisipasi agar kondisi rawan DBD saat ini tidak mencapai ditetapkannya Kondisi Luar Biasa (KLB) seperti tahun 2011 lalu akibat meninggalnya korban DBD di Kecamatan Langgam.

"Kita berharap masyarakat pro aktif untuk membawa keluarganya yang terserang penyakit seperti demam, panas tinggi, pilek lainnya ke puskesmas atau rumah sakit. Diskes juga sudah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk tetap siaga 1x24 jam," paparnya.
 
Ditambahkannya, warga diminta kembali ke pola hidup sehat dan gotong royong. Terutama sekali gerakan 3 M plus yakni menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Sedangkan plus yakni antisipasi seperti menggunakan loution anti nyamuk, racun nyamuk atau menggunakan kelambu.(r12/hr)



 
Berita Lainnya :
  • 21 Warga Pelalawan Terserang DBD, Terbanyak Langgam
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved