www.riau12.com
Rabu, 26-Februari-2020 | Jam Digital
08:30 WIB - Dishub Riau dan Tim Gabungan akan Tertibkan 70.000 Truk ODOL Tahun Ini | 06:55 WIB - Serangan Jantung di Usia Muda dan Kematian Mendadak Jelang Subuh | 21:45 WIB - Dugaan Diselewengkan, Anggaran Pengadaan Komputer UNBK Rp2,5 Miliar Disdik Riau Diusut | 16:15 WIB - Takjub, Kampar Kiri Hulu Miliki 27 Air Terjun dengan Tinggi 10 sampai 150 Meter | 13:30 WIB - Oknum Polisi di Bengkalis Ditangkap BNN dan Bea Cukai Dumai | 09:32 WIB - Korban Tabrak Lari, Pedagang Sayur Jasadnya Hancur Dilindas Dekat Kantor Desa Tarai Bangun
 
6 Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat
Senin, 19-08-2019 - 18:23:14 WIB

TERKAIT:
 
  • 6 Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat
  •  

    Riau12.com, PEKANBARU - Sebanyak enam personil Polda Riau diberhentikan secara tidak hormat oleh Polda Riau. Pemberhentian ini dipimpin langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prohastopo.

    Enam personil tersebut yakni Putra Budi Rahman yang merupakan mantan personil Res Narkoba Polda Riau. Ia mendapatkan PTDH 31 Juli 2019, karena melanggar pasal 11 huruf C dan Pasal 11 huruf d Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dimana ia tidak menjalankan kewajiban dengan menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, nilai-nilai kearifan lokal dan norma hukum dan tidak menjaga dan memelihara kehidupan berkeluarga secara santun.

    Selanjutnya, Harpin yang merupakan mantan personil Yanma SPN Pekanbaru. Ia mendapat PTDH 31 Juli 2019, karena melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf (a) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian anggota Polri, yaitu telah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor : 601/Pid.Sus/2017/PN.Pbr tanggal 25 Agustus 2017 selama lima tahun, tanpa hak melawan hukum memiliki nakotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

    Kemudian, Carli Togu Suprianto, yang merupakan mantan personil Sat Narkoba Polres Dumai, PTDH 31-07-2019 dengan melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf (a) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri, yaitu telah meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. Ini terhitung mulai tanggal 13 Maret 2018 sampai 23 April 2018.

    Lalu, Yoga Sakti Munandar yang merupakan mantan personil Polres Indragiri Hilir, PTDH 31 Juli 2019 yang melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf (a) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri, yaitu telah meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut terhitung mulai tanggal 01 Februari 2017 sampai 17 Maret 2017 dan berlanjut kembali dari tanggal 18 Maret 2017 sampai 07 Januari 2018.

    Kemudian, Akhmad Khusaeri. Dia adalah mantan personil Brimob Polda Riau, PTDH tanggal 31-07-2019. Dimana ia melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf (a) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian anggota Polri, yaitu telah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor : 562/PID.SUS/2017/PN.Pbr tanggal 27 Juli 2017 selama 7 tahun dan denda Rp. 800.000.000 <800000000>. Ia terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan tanpa hak atau melawan hukum menguasai Nakotika golongan I bukan tanaman (sabu)

    Terakhir yakni Ilham Suardi mantan personil Sabhara Polres Pelelawan. Pengukuhan PTDH, Skep PTDH Bulan November 2018 yang lalu.

    "Kejadian ini menjadi koreksi untuk kita semua agar semua personil lebih awas dan berhati hati agar tidak terjerumus dalam tindak laku yang bisa merugikan institusi Polri, diri dan selanjutnya merugikan keluarga," tegasnya.

    Menurutnya, para personil tersebut sebelumnya telah diperingatkan berkali-kali. Namun, tidak ada itikad baik untuk berubah. "lebih baik membina yang sudah ada dan baik perilakunya. Bagi Polri junior yang baru saja dilantik agar menjaga diri. Karena sangat rentan dengan godaan. Sebab yang muda yang biasanya sering terpengaruh gara-gara Gadget lepas kendali dan akhirnya salah dalam menggunakan tekhnologi," Paparnya.

    Menurut Kapolda, Provinsi Riau termasuk dalam 5 besar dari seluruh Indonesia dalam penyalahgunaan Narkoba tertinggi. "Karena itu kita harus ingat bahwa keluarga kita mengharapkan kita. Jangan mengecewakan keluarga. Apapun jenjang Pendidikan saat masuk Polri, semua adalah yang terpilih dengan predikat terbaik," tutupnya.(rtc)



     
    Berita Lainnya :
  • 6 Personil Polda Riau di Berhentikan Secara Tidak Hormat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    4 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    5 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    6 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    7 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    8 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    9 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
    10 Ada Mobil Goyang, Setelah Dibuka...Ternyata Polisi Mesum
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2019 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved