www.riau12.com
Jum'at, 28-Februari-2020 | Jam Digital
08:30 WIB - Dishub Riau dan Tim Gabungan akan Tertibkan 70.000 Truk ODOL Tahun Ini | 06:55 WIB - Serangan Jantung di Usia Muda dan Kematian Mendadak Jelang Subuh | 21:45 WIB - Dugaan Diselewengkan, Anggaran Pengadaan Komputer UNBK Rp2,5 Miliar Disdik Riau Diusut | 16:15 WIB - Takjub, Kampar Kiri Hulu Miliki 27 Air Terjun dengan Tinggi 10 sampai 150 Meter | 13:30 WIB - Oknum Polisi di Bengkalis Ditangkap BNN dan Bea Cukai Dumai | 09:32 WIB - Korban Tabrak Lari, Pedagang Sayur Jasadnya Hancur Dilindas Dekat Kantor Desa Tarai Bangun
 
Bicarakan Pengembangan Potensi Anak Muda, DPP BMRB Diskusi Bareng Anggota DPD RI Dapil Riau
Selasa, 05-11-2019 - 05:00:45 WIB
TERKAIT:
 
  • Bicarakan Pengembangan Potensi Anak Muda, DPP BMRB Diskusi Bareng Anggota DPD RI Dapil Riau
  •  

    Riau12.com-Minggu, 3 November 2019 Dewan Pimpinan Pusat Barisan Muda Riau Bersatu (DPP BMRB) bicarakan pengembangan potensi anak muda bersama Edwin Pratama Putra, SH  yang saat ini merupakan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia  periode 2019-2024 Daerah Pemilihan Provinsi Riau.


    Dalam diskusi ini di hadiri oleh Riki Zaputra, M. Pd yang merupakan Ketua Umum BMRB, Rudi Irawan S. Pd selaku Sekjen BMRB, Rivaldi, S. Pd.I Waketum I Bidang Keorganisasian, ada juga Bung Abdul Mutholib, S. Pd.I.,M.Pd sekalu Waketum III Bidang Kesejahteraan, dan Delpi Susanti, S. IP., M. IP selaku Ketua DPP Pendidikan Litbang dan Pemberdayaan Perempuan sekaligus Ketua DPP Srikandi BMRB.


    Sesi yang dimulai dengan pengenalan organisasi, oleh RI selaku Sekjend yang membuka sebagai moderator diskusi, pinangan khusus DPP BMRB kepada kanda Edwin Prama sebagai Pembina BMRB yang Alhamdulillah diterima beliau.


    Selanjutnya sinergitas program yang diusungkan dari Riau lebih baik agar bisa menjadi generasi Riau terbilang dikancah Nasional tutur RZ selaku ketua umum.


    Saat ini jika dikaji secara mendalam tidak semua pemuda memiliki cita-cita luhur untuk menjadikan bangsa ini bangsa yang lebih maju, sementara Suatu bangsa pastinya memiliki harapan yang besar agar pada masa yang akan datang para pemuda dapat menjadikan bangsa Indonesia ini bangsa yang lebih maju.


    Terkhusus dalam hal ini Riau dengan selogan Riau Lebih Baik diharapkan akan membawa potensi kaum muda supaya bersinergi dengan para pemangku kebijakan dan yang menjalankan kebijakan.


    Tentunya dalam keinginan mewujudkan Riau Lebih Baik maka aka ada yang tak baik menjadi baik. Persoalan-persoalan yang seharusnya bisa terkoordinirkan oleh kaum muda sebagai agent perubahan.


    Sosok pemuda diharapkan dapat melanjutkan perjuangan dari generasi sebelumnya. Sebagai mana pendapat Surakhman, pemuda merupakan lapisan eksponental bangsa, yang berjumlah 30% dari jumlah seluruh bangsa Indonesia dan merupakan lapisan yang penuh dengan dinamisme, vitalitas heroism.


    Selanjutnya Ketenagakerjaan merupakan isu utama yang diangkat selama ini baik terutama dalam kampanye baik dalam pemilihan Kepala Desa, Bupati/Walikota, Gubernur, maupun dalam pemilu mulai dari DPRD, DPRD Prov. DPD, serta dalam kampanye orang nomor 1 diindonesia sekalipun Presiden RI.


    Kaum muda saat ini mewakili hampir setengah dari pengangguran di dunia. Secara keseluruhan, angka pengangguran kaum muda meningkat hampir sebesar empat kali lipat dibandingkan dengan angka pengangguran orang dewasa.


    Selain itu, kaum muda yang tidak terberdayakan (pengangguran dan pengangguran terselubung) di pasar kerja dan kaum muda yang tidak tersentuh (baik oleh pendidikan maupun angkatan kerja) di kalangan perempuan muda.


    Potensi penuh mayoritas kaum muda belum tergali karena mereka tidak memiliki akses terhadap pekerjaan yang produktif tutur DS selaku Ketua DPP PLPP dan Ketua DPP Srikandi BMRB.


    Dengan hadirnya Tokoh Muda yang diduduk dikancah Nasional bisa membuka peluang untuk masyarakat terkhusus Riau sehingga dalam alur kerjanya system politik masyarakat bisa mengenali diri dari sisi Input, Output dan Outcome sebagai proses penerapan kebijakan.


    Sehingga kebijakan yang dihasilkan merupakan kebijakan yang sesuai dengan Demand (tuntutan), kemudian di Support (didukung) sehingga diproses dan menjadi kebijakan yang diterima di Environtment (lingkungan) sehingga benar-benar terjalin alur Feed Back (timbal balik) dari masyarakat yang terwakili.


    Oleh : Delpi Susanti, M.IP
    DPP Litbang dan Pemberdayaan Perempuan- Srikandi BMRB



     
    Berita Lainnya :
  • Bicarakan Pengembangan Potensi Anak Muda, DPP BMRB Diskusi Bareng Anggota DPD RI Dapil Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    4 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    5 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    6 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    7 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    8 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    9 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
    10 Ada Mobil Goyang, Setelah Dibuka...Ternyata Polisi Mesum
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2019 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved