www.riau12.com
Minggu, 18-Oktober-2026 | Jam Digital
14:59 WIB - Seminar Proposal Tesis, Ramli Ditantang Perkuat Perspektif Ilmu Administrasi | 07:59 WIB - BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Ini Alasannya | 20:50 WIB - Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Nasional Tata Kelola Investasi | 20:35 WIB - Ahmad Jais Resmi Jadi Kades PAW Desa Baru, Lanjutkan Masa Jabatan hingga 2028 | 20:13 WIB - Gara-gara Selisih Harga Kasur Rp 40 Ribu, Pedagang di Pekanbaru Disabet Sabit | 20:10 WIB - Wabah Ebola di Kongo Meluas, 6.757 Kasus dan 3.267 Orang Meninggal
 
Presiden Filipina Terancam Dimakzulkan
Jumat, 17-03-2017 - 09:14:39 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-MANILA-Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang terkenal bergaya bak "koboy" menghadapi ancaman pelengseran dari pihak oposisi. Pihak oposisi di Kongres Filipina menuduh Duterte melakukan tindak kejahatan tingkat tinggi, pengkhianatan kepercayaan rakyat hingga penyalahgunaan kekuasaan.

Perwakilan Majelis Filipina, Gary Alejano, menuduh Duterte terlibat dalam pencucian uang dan telah menciptakan "pasukan kematian" di Filipina. Pasukan kematian yang dimaksud adalah terkait pembunuhan yang dilakukan polisi terhadap para pelaku, pengedar, dan pengguna obat-obatan terlarang. Atas dasar itulah Gary menganggap Duterte layak untuk dimakzulkan.

Namun ini bukan pertama kalinya seorang pembuat kebijakan Filipina menyerukan pemakzulan Duterte. Sebelumnya, Senator Leila De Lima menuding sang presiden Filipina telah melakukan kejahatan besar karena mengklaim membunuh seorang pengedar narkoba dengan tangannya sendiri.

Pada Desember 2016, De Lima menyebut pembunuhan termasuk kejahatan tingkat tinggi sehingga Duterte pantas dimakzulkan di bawah konstitusi. Sayangnya usaha itu gagal usai De Lima didakwa terlibat dalam kejahatan perdagangan narkoba dan memicunya menyerahkan diri kepada polisi pada Februari 2017.

Duterte memang sosok yang kontroversial namun pusaran utama masalah yang mengitarinya adalah perihal kebijakan perang melawan narkoba. Presiden Filipina yang diberi gelar "sang Penghukum" oleh Time disebut telah menyebabkan ribuan orang kehilangan nyawanya semenjak ia memberikan pidato inagurasinya yang mengizinkan pembunuhan terhadap tersangka gembong narkoba.

Bahkan jauh sebelum itu tepatnya ketika ia masih menjabat sebagai Wali Kota Davao, Duterte juga diklaim memiliki keterkaitan dengan kelompok yang kerap melakukan aksi main hakim sendiri. Kelompok yang memiliki panggilan Davao Death Squad (Pasukan Kematian Davao) itu bertanggung jawab atas tewas atau hilangnya ribuan orang di Davao dalam periode waktu 1998 hingga 2008. (r12/oz)



 
Berita Lainnya :
  • Presiden Filipina Terancam Dimakzulkan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved