www.riau12.com
Sabtu, 17-Oktober-2026 | Jam Digital
14:59 WIB - Seminar Proposal Tesis, Ramli Ditantang Perkuat Perspektif Ilmu Administrasi | 07:59 WIB - BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Ini Alasannya | 20:50 WIB - Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Nasional Tata Kelola Investasi | 20:35 WIB - Ahmad Jais Resmi Jadi Kades PAW Desa Baru, Lanjutkan Masa Jabatan hingga 2028 | 20:13 WIB - Gara-gara Selisih Harga Kasur Rp 40 Ribu, Pedagang di Pekanbaru Disabet Sabit | 20:10 WIB - Wabah Ebola di Kongo Meluas, 6.757 Kasus dan 3.267 Orang Meninggal
 
Diancam Trump, Iran Siaga Perang
Senin, 05-01-2026 - 11:27:07 WIB
TERKAIT:
   
 

 

Riau12. Com, TEHERAN - Pemerintah Iran merespons keras ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tewasnya demonstran di Teheran.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan, militer dalam posisi siaga tempur atau perang untuk menghadapi segala bentuk pelanggaran kedaulatan.

Araghchi memperingatkan, angkatan bersenjata Iran telah menetapkan koordinat bidikan terhadap pihak asing yang mencoba mengintervensi urusan dalam negeri mereka. Pernyataan ini menyusul ultimatum Trump yang menyatakan Washington akan bertindak jika Iran membunuh demonstran damai.

"Militer kami tahu persis ke mana harus membidik jika kedaulatan nasional dilanggar," tulis Araghchi melalui platform X, Jumat (2/1/2026).

Ketegangan diplomatik ini berakar dari krisis ekonomi domestik Iran. Sejak Minggu (28/12/2025), unjuk rasa meluas di berbagai kota akibat anjloknya nilai tukar rial. Di pasar terbuka, US$ 1 kini menembus rekor 1,35 juta rial. Teheran menuding sanksi ekonomi barat sebagai dalang utama di balik lumpuhnya daya beli masyarakat.

Araghchi mengakui, menyampaikan aspirasi terkait kesulitan ekonomi adalah hak warga negara. Namun, ia menekankan pemisahan tegas antara protes damai dan tindakan kriminal. Otoritas keamanan melaporkan adanya serangan terhadap kantor polisi dan penggunaan bom molotov yang melukai 13 petugas.

"Serangan terhadap properti publik dan tindakan kriminal tidak akan ditoleransi," tegas Araghchi sebagaimana dikutip Xinhua.

Laporan media lokal menyebutkan sedikitnya tiga orang tewas dalam bentrokan di dua provinsi pada Kamis (1/1/2026). Wakil Gubernur Provinsi Lorestan Saeid Pourali menyebut tekanan ekonomi yang kian kejam telah mencapai titik nadir bagi warga.

Kondisi ini menempatkan Teheran pada posisi sulit. Pada satu sisi, mereka harus meredam gejolak internal yang dipicu perut lapar, pada sisi lain mereka harus menghadapi tekanan eksternal dari Washington yang siap memanfaatkan momentum ketidakstabilan tersebut.

 




 
Berita Lainnya :
  • Diancam Trump, Iran Siaga Perang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved