www.riau12.com
Kamis, 17-Oktober-2019 | Jam Digital
09:32 WIB - Pimpinan Defenitif dan Susunan Lengkap Fraksi DPRD Pekanbaru 2019-2024 Terbentuk | 16:15 WIB - Warga RW 03 Menolak Keras Pembangunan TPS RSJ Tampan | 13:30 WIB - Pemerkosa dan Pembakar Janda Muda Dihukum Mati, Keluarga Korban Puas | 10:12 WIB - Regulator Persaingan, Malaysia Usulkan Denda Rp271 Miliar untuk Grab | 16:15 WIB - Mengeluh Pusing Saat Cari Ikan, Warga Tembilahan Hulu Hilang di Sungai Indragiri | 13:30 WIB - PUPR Pekanbaru Mulai Ganti Lempengan Kuningan Tugu Adipura
 
Regulator Persaingan, Malaysia Usulkan Denda Rp271 Miliar untuk Grab
Jumat, 04-10-2019 - 10:12:13 WIB

TERKAIT:
 
  • Regulator Persaingan, Malaysia Usulkan Denda Rp271 Miliar untuk Grab
  •  

    Riau12.com-Regulator persaingan usaha Malaysia pada hari Kamis (3/10/2019) mengusulkan denda lebih dari 86 juta ringgit (Rp271 miliar ) pada perusahaan online Grab karena melanggar undang-undang persaingan dengan memberlakukan klausul pembatasan pada pengemudinya.

    Komisi Persaingan Usaha Malaysia (MyCC) memutuskan bahwa Grab yang berbasis di Singapura, yang mendapat dukungan permodalan besar dari SoftBank Group Corp, telah menyalahgunakan posisi dominannya di pasar lokal dengan melarang pengemudinya untuk mempromosikan dan menyediakan layanan iklan untuk para pesaingnya.

    "MyCC selanjutnya mencatat bahwa klausul pembatasan tersebut dapat mendistorsi persaingan di pasar dengan menciptakan hambatan bagi para pesaing Grab untuk masuk dan berekspansi di masa mendatang," ungkap Ketua MyCC Iskandar Ismail dalam konferensi pers, seperti dikutip Reuters.

    MyCC juga mengganjar denda harian senilai 15.000 ringgit yang dimulai pada hari Kamis sebelum Grab dapat mengambil tindakan perbaikan seperti yang diarahkan oleh komisi demi menangani masalah persaingan.

    Iskandar mengatakan Grab memiliki 30 hari kerja untuk menghadirkan perwakilan mereka ke komisi sebelum keputusan akhir akan dibuat.

    Regulator mengatakan tahun lalu bahwa mereka akan memantau kemungkinan perilaku anti persaingan setelah mengakuisisi bisnis saingannya Uber Technologies Inc di Asia Tenggara pada Maret 2018.

    Malaysia akan menjadi negara ketiga di kawasan itu yang akan memberikan sanksi terhadap Grab karena kesepakatan dengan Uber.

    Tahun lalu, kedua perusahaan didenda oleh pengawas persaingan usaha di Singapura dan Filipina menyusul aksi merger keduanya. Singapura mengatakan kesepakatan itu telah menaikkan harga, sementara Filipina mengkritik kedua perusahaan karena terlalu cepat menyelesaikan merger dan karena penurunan kualitas layanan.

    Namun, Iskandar mengatakan penyelidikan regulator Malaysia didasarkan pada pengaduan yang diterima terhadap perusahaan, dan bukan karena monopoli pasar setelah kesepakatan dengan Uber.

    Di bawah Undang-Undang Persaingan Malaysia, pelaku monopoli di pasar bukan merupakan pelanggaran hukum, kecuali mereka menyalahgunakan posisinya di pasar.(**)



     
    Berita Lainnya :
  • Regulator Persaingan, Malaysia Usulkan Denda Rp271 Miliar untuk Grab
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    4 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    5 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    6 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    7 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    8 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    9 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
    10 Ada Mobil Goyang, Setelah Dibuka...Ternyata Polisi Mesum
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2019 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved