www.riau12.com
Jum'at, 19-Juli-2024 | Jam Digital
15:55 WIB - Ditinjau Bupati Suhardiman, Jembatan Geringging Baru Dibangun Kembali | 15:30 WIB - Perbaikan Drainase Tak Kunjung Tuntas, Jalan Mutiara Semakin Tak Jelas Bentuknya | 15:28 WIB - Didesak Palestina Bekukan Israel, FIFA Tunda Putusan Hingga Olimpiade Paris 2024 | 15:25 WIB - Jika Menangi Pilpres AS, Donald Trump Janji Hentikan Konflik Internasional | 15:22 WIB - Program Pendidikan LAZnas PHR Raih Predikat Gold di Ajang Zakat Awards 2024 | 14:56 WIB - Akui Sedang Komunikasi Intensif, Nasdem Merapat ke Abdul Wahid?
 
Coklit Capai 74,5 Persen
Bawaslu Meranti Masih Temukan Warga Telah Meninggal Masuk Daftar Pemilih
Rabu, 10-07-2024 - 10:14:29 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-MERANTI- Saat ini proses Pencocokan dan Penelitian (coklit) Data Pemilih di Kabupatan Kepulauan Meranti untuk Pilkada Serentak 2024 masih berlangsung. Dari keterangan yang diterima Riau Pos, saat ini progres Coklit sudah mencapai angka 74.5 persen. Namun demikian, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Meranti mencatat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian untuk memastikan data pemilih benar-banar akurat dan tervalidasi.

Beberapa diantaranya adalah sampai saat ini masih ditemukan data warga di Kepulauan Meranti yang sudah meninggal tapi masih masuk dalam data yang dilakukan coklit. Hal tersebut dikarenakan keluarga dari warga yang meninggal dunia tersebut tidak mengurus akta kematian.

“Berkenaan dengan orang yang meninggal dunia, KPU tidak mencoret nama tersebut dari data pemilih dikarenakan tidak ada administrasi yang lengkap, atau warga tersebut tidak diurus surat kematiannya,” ungkap Ketua Bawaslu Kepulauan Meranti, Syamsurizal, kepada Riau Pos, Selasa (9/7).

Walaupun demikian kata dia, secara fakta di lapangan, orang yang bersangkutan telah dan dapat dipastikan telah meninggal dunia. Selain itu mereka turut menemukan warga yang sudah pindah dari Kepulauan Meranti tapi tercatat masih terdata sebagai warga setempat. Hal tersebut mirip dengan warga yang meninggal sebelumnya, dimana warga yang bersangkutan tidak melalukan pengurusan surat pindah domisili.

“Jadi persoalannya sama karena warga tersebut tidak mengurus surat pindah, namun secara fakta yang bersangkutan sudah bertahun-tahun pindah dan tidak lagi menetap di Kepulauan Meranti,” jelas Syamsurizal.

Bawaslu dikatakan Syamsuirizal tetap memberikan rekomendasi agar data para pemilih di Kepulauan Meranti agar tetap terverifikasi dan tervalidasi dengan baik sehingga mengantisipasi pelanggaran pada Pilkada nantinya.

Sementara itu Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Keulauan Meranti Rio Andika menjelaskan bahwa pihak KPU Kepulauan Meranti memang tidak berani menghapus data-data yang disebutkan di atas ada sanksi bagi penyelenggara bila mencabut hak pilih warga tanpa disertai dokumen yang lengkap.

“KPU tidak berani mencabut sembarangan status data pemilih dari warga tersebut karena bisa dilaporkan sanksi pidana karena menghilangkan hak pilih warga,” ungkap Rio. Ia menjelaskan solusi yang bisa ditawarkan Bawaslu saat ini adalah dengan berkoordinasi dengan intansi terkait agar data warga yang meninggal maupun sudah pindah domisili agar dikeluarkan administrasinya secara resmi.

“Soal isi yang kami tawarkan saat ini adalah agar berkoordinasi dengan pihak RT/RW atau pemerintah desa atau Kelurahan setempat agar dikeluarkan surat keterangan. Selain itu kita rekomendasikan juga agar berkoordinasi dengan Disdukcapil agar dicarikan solusi yang tepat untuk solusi ini,” ujarnya.

Rio menegaskan bahwa secara kelembagaan, Bawaslu Kepulauan Meranti tetap merekomendasikan agar warga-warga yang meninggal dunia maupun sudah tidak lagi berdomisili di Kepulauan Meranti tidak lagi masuk dalam DPT.

Sehingga warga yang masuk dalam DPT memang betul-betul tervalidasi dan akurat. Rio menambahkan Bawaslu Kepukauan Meranti tetap berupaya maksimal dalam melakukan pengawasan, walaupun saat ini jumlah Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) kota lebih sedikit terbilang masih minim dibandingkan dengan jumlah Pantarlih.

“Karena secara jumlah dibandingkan dengan teman-teman Pantarlih, jumlah PKD kita lebih sedikit dibandingkan dengan Pantarlih.” ujarnya.(***)

Sumber: Riaupos



 
Berita Lainnya :
  • Bawaslu Meranti Masih Temukan Warga Telah Meninggal Masuk Daftar Pemilih
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    6 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    7 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved