www.riau12.com
Sabtu, 21-09-2019 | Jam Digital
11:13 WIB - Pekanbaru Tuan Rumah, Sekdaprov Canangkan TNI - Polri KKBPK Kesehatan Riau di RSD Madani | 21:45 WIB - 2021 Kontrak Chevron Berakhir, LAM Riau Tegaskan Riau Siap Kelola Blok Rokan 100 Persen | 19:45 WIB - Ratusan Pengendara Terjaring Operasi Patuh Muara Takus 2019 di Duri | 12:45 WIB - Terjadi Lagi, Mobil Xpander Terbakar Berasal Double Cabin Silver | 09:32 WIB - Bawa Sabu dan Todong Polisi Razia, Warga Pekanbaru Tewas Ditembak di Sumbar | 13:15 WIB - Kepemimpinan dan Ketegasan Sukseskan Program KKBPK Tahun 2019 Riau di Kota Pekanbaru
 
Advertorial
Petang Balimau, Event Wisata Budaya dan Religi Bernilai Ekonomi Kota Pekanbaru
Senin, 06-05-2019 - 12:45:23 WIB

TERKAIT:
 
  • Petang Balimau, Event Wisata Budaya dan Religi Bernilai Ekonomi Kota Pekanbaru
  •  

    Riau12.com, PEKANBARU-Meski tahun lalu tradisi Petang Balimau di Kota Pekanbaru ditiadakan, tahun ini tradisi siraman membersihkan diri jelang masuknya bulan suci Ramadan kembali digelar di tepian Sungai Siak, Ahad (5/5/2019).


    Dalam acara pelaksanaan yang didahului dengan melakukan ziarah makam di Masjid Raya Pekanbaru dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju tepian Sungai Siak.


    Tahun ini, pelaksaaan petang beliau dihadiri langsung Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Kepala Disbudpar Provinsi Riau, Fahmizal Usman serta seluruh pejabat esselon di lingkungan Pemko Pekanbaru.


    Tradisi Petang Balimau atau Petang Megang yang digelar Pemerintah Kota Pekanbaru di bantaran sungai Siak Kampung Bandar Senapelan sore mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Kota Pekanbaru dan masyarakat di Riau.


    Terbukti dengan ribuan warga memenuhi pinggiran Sungai Siak dari dua sisi tebing dan bantaran, juga memenuhi kawasan jembatan Leighton 1 di Jalan Yos Sudarso dan leighton 3. Lomba sampan motor hias dan mandi balimau yang itupun mendapat sambutan dan tepuk tangan bergemuruh dari ribuan warga yang hadir.


    Wakil Gunernur Riau bersama Wakil Walikota, Pejabat Pemko Pekanbaru dan para Muspida melakukan pemukulan tabuh tanda dibukanya petang Balimau dan Selamat Datang kepada Bulan Suci Ramadhan 1440 H tahun 2019. Dilanjutkan dengan mandi balimau dan santunan kepada sejumlah anak yatim dan fakir miskin.


    Di sela-sela berlangsungnya acara, Ayat Cahyadi menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru akan terus menggelar agenda tahunan menyambut Ramadan ini karena dirasa sangat berkepentingan kepada peningkatan partisipasi masyarakat dalam hal semarak menyambut ramadhan, meningkatkan nilai-nilai silaturrhami dan persatuan serta menjadi ajang perkenalan budaya serta aneka ragaman makanan dan minuman khas Pekanbaru.


    "Event yang kita gelar ini selain memang bertujuan menunjukan kebesaran dan kegembiraan dengan datangnya Bulan suci ramadan, juga menjadi event Wisata Budaya dan Religi Bernilai Ekonomi. Betapa banyak masyarakat kita yang bisa berkreasi dengan makanan, minuman, serta solvenir yang mencirikan potensi Kota Pekanbaru," katanya.


    "Semoga kita semua menjadikan moment ini untuk peningkatan keimanan kita kepada Allah SWT untuk melaksanakan ibadah Ramadhan yan penuh berkah. Selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1440 H mohon maaf lahir dan bathin," imbuhnya.

     
    Disisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Nurfaisal menjelaskan penyelenggaraan Potang Belimau merupakan bagian dari pelestarian tradisi Melayu Riau khususnya umat muslim untuk membersihkan diri menyambut bulan suci Ramadhan. Menurut dia, tradisi mandi belimau selama ini lebih dikenal di daerah Kabupaten Kampar berupa warga turun bersama-sama mandi di sungai menggunakan air bercampur jeruk limau.


    "Di Kampar, warga menggunakan bekasai, yaitu semacam pasir kuning yang terbuat dari campuran beras dan kunyit untuk membersihkan kulit. Warga saling bergantian menggosok bagian punggung supaya bersih," katanya.

    Di Kota Pekanbaru, tradisi ini dikemas dalam acara Potang Belimau yang dipusatkan di tepi Sungai Siak tepat di sebelah peninggalan bersejarah rumah singgah Sultan Siak. Rumah panggung ini kerap disebut juga rumah Tuan Kadi/Qadhi, di Kampung Bandar Kecamatan Senapelan yang merupakan daerah cikal bakal Kota Pekanbaru sekarang.


    Karena dikemas dalam balutan pariwisata, Potang Belimau tidak hanya berupa proses mandi-mandi saja. Nurfaisal menjelaskan, rangkaian acara dimulai sejak siang pukul 13.30 WIB dari Masjid Raya Pekanbaru. Di pelataran masjid tersebut terdapat makam Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah dan beberapa keturunan dan pengikutnya. Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah merupakan Sultan ke-4 Kerajaan Siak Sri Indrapura, yang bergelar Marhum Bukit.


    Acara dimulai dengan ziarah makam Marhum Bukit, berzikir dan berdoa. Pada penyelenggaraan tahun ini juga akan ada pembacaan sejarah Marhum Bukit dan Kota Pekanbaru oleh perwakilan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Hal ini merupakan pengembangan dari acara Potang Belimau tahun sebelumnya.

     
    "Sekarang ini kita buat pembacaan sejarah, sehingga masyarakat Pekanbaru tahu riwayat tentang kota ini," katanya.


    Setelah shalat Ashar, tamu-tamu undangan seperti Gubernur Riau, Wali Kota Pekanbaru dan lainnya turun ke tepian sungai. Proses mandi balimau oleh tokoh-tokoh tersebut berupa menyiramkan air balimau ke 20 anak yatim.

    Dalam proses ini juga terdapat pembaruan karena apabila sebelumnya, anak-anak yatim setelah dimandikan hanya mendapat hadiah telur ayam, namun kali ini juga mendapat santunan dan seperangkat pakaian dan alat shalat.


    Ia menambahkan, pihaknya terus menggali masukan-masukan dari berbagai pihak untuk mengembangkan acara Potang Belimau sebagai agenda rutin wisata religi. Sebab, ada potensi kalau acara ini digelar dalam durasi lebih lama dalam sebuah rangkaian, akan bisa menarik banyak wisatawan nusantara dan mancanegara untuk datang.


    Nurfaisal mencontohkan, keturunan Marhum Bukit sangat banyak tersebar tidak hanya di Sumatera dan Kalimantan, bahkan sampai ke Malaysia dan Brunei Darusalam. Apabila Potang Belaimau bisa dikemas lebih menarik, maka ia yakin keturunan-keturunan Marhum Bukit akan datang melancong ke Pekanbaru.


    "Februari lalu ada keturunan Marhum Bukit di Dumai yang mempertemukan keturunan-keturunan lainnya dari Kalimantan, Brunei, Malaka dan Kuala Lumpur, ternyata mereka sangat banyak dan tidak mengenal satu sama lain. Saya yakin mereka mau datang ke Potang Belimau," katanya.(Adv)



     
    Berita Lainnya :
  • Petang Balimau, Event Wisata Budaya dan Religi Bernilai Ekonomi Kota Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    4 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    5 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    6 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    7 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    8 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    9 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
    10 Ada Mobil Goyang, Setelah Dibuka...Ternyata Polisi Mesum
     
    Pekanbaru Rohil Advertorial Pariwara Galeri Foto Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved