www.riau12.com
Rabu, 26-Juni-2019 | Jam Digital
16:00 WIB - DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna LKPJ Kepala Daerah Tahun 2018 | 15:49 WIB - DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Jawaban Pemerintah Terhadap 3 Ranperda | 15:15 WIB - DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi Terhadap Tiga Ranperda | 13:30 WIB - 3 Ranperda Disampaikan Pemko Pekanbaru Ke DPRD Melalui Paripurna | 09:32 WIB - Tahun Depan, PUPR Bakal Copot Ukiran Melayu di Dua Fly Over Sudirman Pekanbaru | 07:07 WIB - Kasat Lantas: Terdapat 34 Titik Kerusakan Jalan dari Rantau Berangin Sampai Batas Kampar-Rohul
 
Diskes Sebut Warga Pekanbaru Bebas "Monkeypox"
Kamis, 16-05-2019 - 18:23:14 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Diskes Sebut Warga Pekanbaru Bebas "Monkeypox"
  •  

    Riau12.com, PEKANBARU - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menyatakan sejauh ini warga masyarakat di wilayah tersebut bebas dari penyakit cacar monyet atau "monkeypox", yang kini mewabah di Singapura.

    "Sejauh ini menurut laporan yang kami terima dari Puskesmas belum ada kasus cacar monyet di Pekanbaru," kata Sekretaris Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dr Zaini Rizaldi, Kamis (16/5/2019)

    Zaini menjelaskan Diskes sejak adanya kasus cacar monyet di Singapura langsung melakukan pemantauan dan monitoring hingga ke tingkat desa lewat Puskesmas.

    "Kami selalu monitor kasus penyakit yang berjangkit melalui Puskesmas dan Rumah Sakit," tegasnya.

    Secara eksternal sambung Zaini Diskes juga memantau arus orang dengan berkoordinasi kepada pihak Kantor Kesehatan Pelabulan (KKP) bandara dan pelabuhan. Apabila menemukan kasus tersebut, segera dilakukan karantina.

    Sedangkan internal, Puskesmas juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan baik langsung maupun tidak kepada masyarakat saat berobat, agar waspada pada cacar monyet. Apabila menemui gejala tersebut agar mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan yg ada.

    Perlu diketahui penyakit cacar monyet adalah menular yang disebabkan oleh virus "monkeypox" yang dapat terjadi pada hewan tertentu termasuk manusia.

    Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan rasa lelah yang diikuti oleh ruam yang membentuk lepuh dan kerak.

    Waktu dari paparan hingga timbulnya gejala adalah sekitar 10 hari. Durasi gejala biasanya 2 sampai 5 minggu.

    Sementara untuk pencegahan dengan membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS ), hindari kontak dengan hewan dari Afrika, konsumsi makanan bergizi, hindari kontak dengan kasus. (r12)



     
    Berita Lainnya :
  • Diskes Sebut Warga Pekanbaru Bebas "Monkeypox"
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    4 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    5 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    6 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    7 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    8 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    9 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
    10 Ada Mobil Goyang, Setelah Dibuka...Ternyata Polisi Mesum
     
    Pekanbaru Rohil Advertorial Pariwara Galeri Foto Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved