www.riau12.com
Minggu, 18-Oktober-2026 | Jam Digital
14:59 WIB - Seminar Proposal Tesis, Ramli Ditantang Perkuat Perspektif Ilmu Administrasi | 07:59 WIB - BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Ini Alasannya | 20:50 WIB - Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Nasional Tata Kelola Investasi | 20:35 WIB - Ahmad Jais Resmi Jadi Kades PAW Desa Baru, Lanjutkan Masa Jabatan hingga 2028 | 20:13 WIB - Gara-gara Selisih Harga Kasur Rp 40 Ribu, Pedagang di Pekanbaru Disabet Sabit | 20:10 WIB - Wabah Ebola di Kongo Meluas, 6.757 Kasus dan 3.267 Orang Meninggal
 
"Palak" Sopir Bus, Kades di Cirebon Dicokok Tim Saber Pungli
Rabu, 08-02-2017 - 20:09:56 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-CIREBON-Tim Saber Pungli berhasil mengungkap sejumlah kasus pungutan liar yang terjadi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Baru-baru ini polisi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada supir dan perangkat desa yang melakukan pungutan liar.

Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samudra mengungkapkan pihaknya telah mengamankan dua orang yang sering melakukan pungutan liar. Keduanya adalah Sar seorang supir yang merupakan warga Kelurahan Curug Wetan, Kecamatan Susukan Lebak dan AM yang merupakan Kepala Dusun I Desa Gowa Lor, Kecamatan Kaliwedi.

Risto menjelaskan setiap hari Sar berada di perempatan Cipeje Lemah Abang untuk melakukan pungutan liar  kepada bus yang melintas dengan kisaran Rp2.000 sampai Rp 20.000, mulai pukul 06.00 wib - 11.00 wib.

Menurut keterangan pelaku ada sembilan bus yang meminjam uang kepada salah seorang anggota polisi atas modus tersebut pelaku menarik uang mulai dari Rp50.000 sampai Rp100.000 perhari tergantung dari pinjaman.

"Kemudian disetorkan kepada anggota tersebut setiap minggunya. Keterangan tersebut akan kami dalami terkait dengan modus maupun keterkaitan anggota terhadap kegiatan ilegal tersebut," kata dia, Rabu (8/2/2017).

Selain menangkap pelaku, pihaknya juga mengamankan uang sebesar Rp1.139.000, dua buah handphone dan buku catatan, kasus ini masih didalami terkait pengakuan pelaku. Sedangkan, penangkapan AM berawal dari dugaan pungutan program prona, dalam program tersebut masyarakat dimintai uang sebesar Rp500.000.

"Kemudian uang tersebut disetorkan ke bendahara desa dan selanjutnya diberikan ke Kepala Desa Gowa Lor," ujarnya.

Pihaknya pun masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini yang diduga ada keterlibatan perangkat desa lainnya. Barang bukti yang diamankan berupa catatan pemohon prona, PBB dan uang tunai sebesar Rp500.000.(oz)



 
Berita Lainnya :
  • "Palak" Sopir Bus, Kades di Cirebon Dicokok Tim Saber Pungli
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved