www.riau12.com
Sabtu, 17-Oktober-2026 | Jam Digital
14:59 WIB - Seminar Proposal Tesis, Ramli Ditantang Perkuat Perspektif Ilmu Administrasi | 07:59 WIB - BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Ini Alasannya | 20:50 WIB - Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Nasional Tata Kelola Investasi | 20:35 WIB - Ahmad Jais Resmi Jadi Kades PAW Desa Baru, Lanjutkan Masa Jabatan hingga 2028 | 20:13 WIB - Gara-gara Selisih Harga Kasur Rp 40 Ribu, Pedagang di Pekanbaru Disabet Sabit | 20:10 WIB - Wabah Ebola di Kongo Meluas, 6.757 Kasus dan 3.267 Orang Meninggal
 
Menteri Ini Minta Ada Revolusi dalam Penggunaan Anggaran Negara
Senin, 30-05-2016 - 18:27:05 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA-Menteri Kaluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti masih melihat adanya penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tidak efisien.

Ia pun meminta para pegawai di kementerianya untuk melakukan revolusi dalam menggunakan anggaran negara yang notabene anggaran untuk rakyat.

"Revolusi mental yang dicanangkan oleh pemerintah harus dilaksanakan dengan perubahan. Revolusi tidak terjadi tanpa perubahan," ujar Susi di acara rapat kerja teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (30/5/2016).

"Perubahan dalam menggunakan anggaran pembelanjaan pemerintah harus lebih ditingkatkan efisiensinya dan sufisiensinya," lanjut menteri nyentrik itu.

Ia bersyukur APBN Indonesia terus naik selama 10 tahun terakhir. Seharusnya, peningkatan anggaran tersebut harus bisa dimanfaatkan untuk menyejahterakan rakyat.

Namun, kenyataan berkata lain. Peningkatan pembangunan belum sejalan dengan peningkatan anggaran yang terus meningkat.

"Tidak boleh lagi bahwa APBN membeli atau belanjakan barang dengan harga 3-4 kali lipat. Kenyataan di pasar itu tidak boleh terjadi lagi," ucap Susi.

Menteri asal Pangandaran, Jawa Barat itu mengatakan, inefisiensi anggaran yang dilakukan oleh kementerian atau lembaga justru akan membebani rakyat.

Pemerintah akan mengalami defisit anggaran. Pencarian pendanaan untuk pembangunan pun pasti akan dilakukan, salah satunya dari utang luar negeri.

Utang inilah yang menurut Susi akan membebani rakyat. "Apabila utang negara makin tinggi, saya pastikan kewajiban warga negara juga makin tinggi," kata dia.

Oleh karena itu ia meminta semua jajaranya beserta pemerintah daerah untuk mengawal pelaksanaan program sejak perencanaan, pelaksanaan, sampai pencapaian hasilnya. Hal itu diharapkan akan mampu memastikan pengunaan anggaran bisa efisien. (r12/tp)



 
Berita Lainnya :
  • Menteri Ini Minta Ada Revolusi dalam Penggunaan Anggaran Negara
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved