www.riau12.com
Sabtu, 17-Oktober-2026 | Jam Digital
14:59 WIB - Seminar Proposal Tesis, Ramli Ditantang Perkuat Perspektif Ilmu Administrasi | 07:59 WIB - BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Ini Alasannya | 20:50 WIB - Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Nasional Tata Kelola Investasi | 20:35 WIB - Ahmad Jais Resmi Jadi Kades PAW Desa Baru, Lanjutkan Masa Jabatan hingga 2028 | 20:13 WIB - Gara-gara Selisih Harga Kasur Rp 40 Ribu, Pedagang di Pekanbaru Disabet Sabit | 20:10 WIB - Wabah Ebola di Kongo Meluas, 6.757 Kasus dan 3.267 Orang Meninggal
 
Waspada, Radikalisasi Justru Terjadi di Penjara
Kamis, 04-02-2016 - 22:15:30 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

JAKARTA,Riau12.com-Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla berpendapat bahwa proses radikalisasi yang menjadi pangkal terciptanya teroris justru terjadi di dalam penjara.

Hal ini menjadi fenomena yang marak terjadi di beberapa negara muslim di dunia. Dalam hal ini, Ulil mencontohkan Sayyid Qutb sebagai tokoh ideolog radikal dunia yang juga mengalami radikalisasi di dalam bui.

"Fenomena menarik di beberapa negara Islam kayak Mesir, dan kita juga di sini, aktivis-aktivis muslim anak muda itu mengalami radikalisasi bukan semata-mata melalui doktrinasi di luar penjara. Tapi justru penjara itu membuat mereka yang semula radikal menjadi tambah radikal," kata Ulil usai diskusi terorisme di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2016).

Penjara, termasuk yang terjadi di Indonesia, belum mampu menjadi upaya deradikalisasi bagi teroris, justru membuat paham mereka tambah radikal karena penanganan yang kurang tepat.

"Jadi penjara itu alih-alih membuat mereka kapok dari ideologi radikal, justru membuat mereka malah tambah radikal," kata dia.

Menurut Ulil, hal ini harus menjadi perhatian pemerintah, mengingat ideologi radikal di Indonesia tumbuh dengan subur, dan telah sampai pada tahap mengancam kehidupan berbangsa.

"Itu beberapa kelompok-kelompok radikal atau beberapa orang direkrut menjadi anggota kelompok radikal itu kan di penjara, bukan di luar. Karena itu menurut saya perlu menjadi perhatian pemerintah. Penjara kita justru membuat orang yang semula biasa-biasa saja menjadi radikal, tentu itu harus dipikirkan," jelas Ulil.

Ulil pun memandang upaya pemerintah dalam program deradikalisasi selama ini harus dievaluasi. "Perlu dievaluasi lah bagaimana supaya program deradikalisasi selama ini itu lebih tepat sasaran. Karena memang ada beberapa kasus yang itu boleh disebut sebagai kecolongan," tukasnya.(r12/okz0




 
Berita Lainnya :
  • Waspada, Radikalisasi Justru Terjadi di Penjara
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved