BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Ini Alasannya
Jumat, 11-09-2026 - 07:59:09 WIB
Jakarta, Riau12.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memperbarui data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasilnya, sebanyak 1.653 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dikeluarkan dari daftar penerima program MBG.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, sekolah yang dikeluarkan mayoritas merupakan sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah yang bekerja sama dengan institusi nasional maupun internasional, serta sekolah yang dinilai telah mandiri secara finansial.
“Mayoritas dari 1.653 yang kami exclude merupakan sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara finansialnya. Tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana BOS,” kata Sudaryono dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).
Pemutakhiran data dilakukan BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag). Pendataan menyasar lebih dari 580 ribu satuan pendidikan di Indonesia.
Jumlah tersebut mencakup sekolah negeri dan swasta, madrasah, pondok pesantren hingga satuan pendidikan keagamaan lainnya.
Dari hasil pendataan, lebih dari 340 ribu satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG. Sementara sekitar 240 ribu sekolah lainnya masih belum tersentuh program tersebut.
“Lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya, artinya masih ada sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima program MBG,” ujar Sudaryono.
BGN mencatat banyak satuan pendidikan yang belum menerima MBG telah mengajukan permohonan agar masuk dalam program tersebut. Namun, permohonan itu tidak serta-merta langsung mendapatkan layanan.
BGN akan melakukan investigasi dan pemetaan terlebih dahulu sebelum menentukan sekolah yang masuk dalam tahapan perluasan penerima MBG.
Menurut Sudaryono, pembaruan data diperlukan agar program MBG semakin tepat sasaran. Perluasan layanan nantinya tidak hanya didasarkan pada jumlah sekolah yang belum menerima MBG, tetapi juga mempertimbangkan skala prioritas dan kondisi masing-masing wilayah.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap distribusi MBG dapat lebih diarahkan kepada satuan pendidikan dan peserta didik yang paling membutuhkan.
Sumber : rri.co.id
Komentar Anda :