www.riau12.com
Sabtu, 17-Oktober-2026 | Jam Digital
14:59 WIB - Seminar Proposal Tesis, Ramli Ditantang Perkuat Perspektif Ilmu Administrasi | 07:59 WIB - BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Ini Alasannya | 20:50 WIB - Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Nasional Tata Kelola Investasi | 20:35 WIB - Ahmad Jais Resmi Jadi Kades PAW Desa Baru, Lanjutkan Masa Jabatan hingga 2028 | 20:13 WIB - Gara-gara Selisih Harga Kasur Rp 40 Ribu, Pedagang di Pekanbaru Disabet Sabit | 20:10 WIB - Wabah Ebola di Kongo Meluas, 6.757 Kasus dan 3.267 Orang Meninggal
 
Presiden Prabowo Instruksikan Kementan Tingkatkan Produksi Telur dan Daging Ayam untuk Stabilkan Harga dan Dukung MBG
Kamis, 20-11-2025 - 10:49:10 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk meningkatkan produksi telur agar harga telur di pasaran tetap stabil dan pasokan untuk program Makan Bergizi (MBG) dapat terpenuhi.

Menindaklanjuti instruksi presiden, Kementerian Pertanian melakukan koordinasi bersama Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) pada Rabu, 19 November 2025.

Mentan Amran Sulaiman mengatakan pihak Pinsar bersedia menyiapkan pasokan telur yang cukup untuk MBG serta meningkatkan produksi sambil menjaga harga agar tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah.

"Ini adalah capaian luar biasa, ini adalah perintah Bapak Presiden tadi malam," ujar Amran.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan harga telur ayam ras pada pekan kedua November 2025 sudah berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen, yaitu Rp 30.000 per kilogram. Secara nasional, harga telur naik 0,32 persen dibanding Oktober 2025, dengan rata-rata mencapai Rp 31.646 per kilogram.

Meski harga sempat meningkat, Amran optimistis harga telur dapat kembali stabil karena penurunan harga Day Old Chick (DOC), dari Rp 14.000 menjadi maksimal Rp 11.500 per ekor.

Selain meningkatkan produksi telur, Kementan juga mendorong peningkatan produksi daging ayam. Target tambahan produksi telur mencapai 0,7 ribu ton, sedangkan daging ayam ditargetkan naik 1,1 juta ton. Produksi tambahan ini ditujukan untuk mendukung program MBG.

"Dampak dari peningkatan produksi ini tidak hanya dirasakan peternak, tetapi juga petani jagung yang menghasilkan pakan ternak," ujar Amran. Ia menambahkan, dengan peningkatan produksi, jumlah orang yang terlibat dalam sektor ini bisa meningkat empat kali lipat, mencakup sekitar 9 juta orang yang terlibat langsung.

Amran menekankan, langkah ini merupakan bagian dari konsep ekonomi Pancasila, yaitu menggerakkan ekonomi kecil dan memberdayakan banyak pihak secara bersamaan. Dengan demikian, peningkatan produksi telur dan daging ayam tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam rantai produksi pangan nasional.

 

 




 
Berita Lainnya :
  • Presiden Prabowo Instruksikan Kementan Tingkatkan Produksi Telur dan Daging Ayam untuk Stabilkan Harga dan Dukung MBG
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved