www.riau12.com
Kamis, 17-Oktober-2019 | Jam Digital
09:32 WIB - Pimpinan Defenitif dan Susunan Lengkap Fraksi DPRD Pekanbaru 2019-2024 Terbentuk | 16:15 WIB - Warga RW 03 Menolak Keras Pembangunan TPS RSJ Tampan | 13:30 WIB - Pemerkosa dan Pembakar Janda Muda Dihukum Mati, Keluarga Korban Puas | 10:12 WIB - Regulator Persaingan, Malaysia Usulkan Denda Rp271 Miliar untuk Grab | 16:15 WIB - Mengeluh Pusing Saat Cari Ikan, Warga Tembilahan Hulu Hilang di Sungai Indragiri | 13:30 WIB - PUPR Pekanbaru Mulai Ganti Lempengan Kuningan Tugu Adipura
 
20 Perusahaan Asing Asal Malaysia, Singapura, Hongkong Disegel Karena Karhutla
Rabu, 02-10-2019 - 09:32:14 WIB

TERKAIT:
 
  • 20 Perusahaan Asing Asal Malaysia, Singapura, Hongkong Disegel Karena Karhutla
  •  

    Riau12.com-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) menyebutkan, terdapat
    20 perusahaan asing dari 64 perusahaan yang disegel karena kebakaran
    hutan dan lahan ( karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

    Dua puluh perusahaan itu berasal dari Malaysia, Singapura, dan Hong Kong. 

    "Ada banyak dari luar juga perusahaannya. Malaysia, Singapura, Hong Kong. Walaupun nama perusahaannya Indonesia, tapi direksinya orang sana. Ada 20 perusahaan asing," kata Direktur Jenderal Penegakkan Hukum Lingkungan dan Kehutanan KLHK Rasio Ridho Sani dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di KLHK, Selasa (1/10/2019) dilansir dari Kompas.com.

    Ke-64 perusahaan itu tersebar di beberapa daerah antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

    "Jumlah ini akan bertambah. Walaupun api sudah padam, tapi jejak karbon, kayu, arang masih ada," kata dia.

    Perusahaan-perusahaan asing itu antara lain PT SP (Singapura) di Kalimantan Barat, PT IGP (Malaysia) di Kalimantan Barat, PT MJSP (Malaysia) di Kalimantan Tengah, PT SIA (Malaysia) di Kalimantan Barat.

    Selanjutnya PT GH (Singapura) di Riau, PT SMA (Singapura) di Kalimantan Barat, PT RKA (Malaysia) di Kalimantan Barat, PT AUS (Singapura) di Kalimantan Tengah, PT HKI (Singapura) di Kalimantan Barat. Kemudian PT API (Malaysia) di Riau, PT FI (Singapura) di Kalimantan Barat, PT GMU (Hong Kong) di Kalimantan Barat, PT NPC (Singapura) di Kalimantan Timur, PT AAI (Singapura) di Kalimantan Barat, PT WAJ (Singapura) di Sumatera Selatan, dan PT KGP (Malaysia) di Kalimantan Barat.

    Seluruh perusahaan itu berstatus perseroan penanaman modal asing (PMA). Sisanya ada 4 perusahaan yang tidak disebutkan jenis perseroannya, yakni PT RK, PT THIP, PT TANS, dan PT MAS.(rsky)



     
    Berita Lainnya :
  • 20 Perusahaan Asing Asal Malaysia, Singapura, Hongkong Disegel Karena Karhutla
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    4 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    5 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    6 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    7 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    8 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    9 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
    10 Ada Mobil Goyang, Setelah Dibuka...Ternyata Polisi Mesum
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2019 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved