www.riau12.com
Senin, 18-Februari-2019 | Jam Digital
13:30 WIB - Deputi Kemenpan RB Beri Nilai 8,5 Untuk MPP Pekanbaru | 16:45 WIB - Pemancing Dikejutkan dengan Mayat Orok | 15:49 WIB - Pemko Pekanbaru Sosialisasikan Permendagri Nomor 130 Tahun 2018 | 14:25 WIB - Dana Desa Digelapkan, Mantan Kades dan Staf di Meranti Ini Diadili | 12:55 WIB - Jalan Ditempat, Pemkab Rohul tak Punya Anggaran Tuntaskan Proyek Jembatan Mahato | 11:45 WIB - Bawaslu Riau Gelar Rakor Bahas Aturan Kampanye di Media
 
Innalillahi, Flyover Pasar Pagi Arengka Makan Korban, Pekerjanya Tewas Jatuh dari Ketinggian
Kamis, 10-01-2019 - 11:15:12 WIB

TERKAIT:
 
  • Innalillahi, Flyover Pasar Pagi Arengka Makan Korban, Pekerjanya Tewas Jatuh dari Ketinggian
  •  

    Riau12.com, PEKANBARU-Pembangunan flyover Pasar Pagi Arengka makan  korban.  Seorang pekerja dilaporkan tewas setelah terjatuh dari ketinggian saat sedang memplester dinding flyover.

    peristiwa naas itu dikabarkan terjadi pada 20 Desember 2018 lalu dengan korban bernama Agus Andriansyah (20), warga asal Sukabumi, Jawa Barat.

    Agus disebutkan terjatuh dari ketinggian ketika bekerja memplester dinding flyover, namun tanpa alat pengaman (safety belt).

    Kecelakaan kerja itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat terjatuh, korban mengalami luka parah. Kakinya tertancap besi. Kepalanya benjol-benjol dan Agus dilaporkan sempat tak sadarkan diri.

    Korban pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Santa Maria oleh beberapa rekan kerjanya. Ia dirawat selama lima hari. Namun pada 25 Desember 2018, Agus menghembuskan napas terakhirnya.

    Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau Yunnan Haris seperti dilansir dari riaupos.co membenarkan adanya kejadian tersebut.

    "Iya benar. Almarhum sudah dikebumikan di kampung halamannya di Sukabumi," ujarnya, Rabu (9/1/2019) petang.

    Kecelakaan kerja itu, menurut Yunnan, tak terlepas dari kelalaian pekerja tersebut. Sebab, kata dia, saat kecelakaan terjadi, pekerja tidak menggunakan safety belt. "Sebelumnya sudah diingatkan, pakailah safety belt. Tapi nggak mau, karena ribet pakai safety belt itu kan," sebutnya.

    Akhirnya, terjadilah kecelakaan kerja itu. "Jadi dirawat selama hampir sepekan. Biaya rumah sakit sudah dibayar Rp14 juta oleh rekanan. Biaya pemberangkatan jenazah ke Sukabumi juga sudah dibayar Rp10 juta. Diantar nggak pakai ambulans, tapi naik pesawat," sebutnya.

    Yunnan menjelaskan, pekerja yang meninggal dunia tersebut, bukanlah karyawan PT Dewanto Cipta Pratama. Melainkan, adalah pekerja dari sub kontraktor dari PT Dewanto Cipta Pratama. "Pekerja tersebut adalah sub kontraktor, bukan rekanan langsung," ujarnya.

    Namun, PT Dewanto Cipta Pratama tetap bertanggung jawab atas kecelakaan kerja tersebut. Mulai dari biaya rumah sakit, biaya pengantaran jenazah, hingga santunan keluarga.

    "Pada dasarnya, rekanan bertanggung jawab," kata Yunnan.(*/rsky)



     
    Berita Lainnya :
  • Innalillahi, Flyover Pasar Pagi Arengka Makan Korban, Pekerjanya Tewas Jatuh dari Ketinggian
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    4 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    5 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    6 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    7 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    8 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    9 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
    10 Ada Mobil Goyang, Setelah Dibuka...Ternyata Polisi Mesum
     
    Pekanbaru Rohil Advertorial Pariwara Galeri Foto Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved