www.riau12.com
Sabtu, 20-Juli-2019 | Jam Digital
13:30 WIB - MA Vonis Jokowi Melawan Hukum di Kasus Kebakaran Hutan! | 11:54 WIB - Pekanbaru Raih Penghargaan Nasional Dari KemenPPPA | 11:08 WIB - Keuangan Daerah Belum Sanggup, Pembangunan Gedung 8 Lantai Dibatalkan | 10:59 WIB - Wakil Rakyat Ini Tantang Bea Cukai Razia Barang Impor yang Dijual Bebas | 10:24 WIB - Persiapan, Plh Bupati Kampar Tinjau Lokasi MTQ Riau ke 38 | 09:04 WIB - Duh, Oknum PNS dan Honorer Dishub Kepulauan Meranti Jadi Tersangka
 
Bupati Meranti Diperiksa KPK Besok
Rabu, 10-07-2019 - 08:25:12 WIB

TERKAIT:
 
  • Bupati Meranti Diperiksa KPK Besok
  •  

    Riau12.com, PEKANBARU-Penyidik
    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap
    distribusi pupuk dengan menggunakan kapal antara PT Pilog dan PT Humpuss
    Transportasi Kimia (HTK) dan penerimaan lain terkait jabatan. Salah
    satu upayanya dengan memanggil Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir
    sebagai saksi.

    "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi, namun
    kemarin berhalangan datang, jadi dijadwal ulang pemeriksaannya Kamis ini
    (besok.red), " kata Jurubicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangannya
    pada riauterkini lewat pesan Watsapp, Selasa (9/7/2019) malam.

    Selain itu, KPK juga memanggil tiga orang dari pihak swasta yaitu Harmawan, Dipa Malik, dan Serly Virgiola.

    Sementara
    Irwan Nasir kepada wartawan di Meranti menyatakan menghormati proses
    hukum dan akan memenuhi panggilan KPK. Hanya saja ia perlu waktu
    mengumpulkan dokumen yang diminta KPK, yaitu dokumen pengajuan Dana
    Alokasi Khusus atau DAK Meranti 2015. Ia juga mengaku tak kenal dengan
    tiga tersangka yang sudah ditetapkan KPK.

    Dalam perkara ini,
    sebanyak tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Yaitu,
    anggota DPR Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso, Manager PT
    Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti dan Indung.

    Bowo Sidik
    diduga meminta fee kepada PT HTK untuk biaya angkut yang diterima dengan
    komitmen fee sebesar 2 dolar AS per metric ton. Bahkan, Bowo Sidik
    diduga telah menerima sebanyak tujuh kali hadiah maupun dugaan suap dari
    PT HTK.

    Adapun, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo
    Sidik dari PT HTK maupun pihak lainnya diamankan KPK sebesar Rp 8 miliar
    lebih. Uang tersebut dihimpun oleh Bowo Sidik untuk kepentingan
    serangan fajar pada Pemilu 2019.

    Bowo dan Indung sebagai pihak
    penerima disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal
    11 dan atau pasal 128 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU
    20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat
    (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    Asty Winasti
    sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a
    atau huruf b atau pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU
    20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64
    ayat (1) KUHP.(rtc)



     
    Berita Lainnya :
  • Bupati Meranti Diperiksa KPK Besok
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    4 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    5 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    6 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    7 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    8 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    9 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
    10 Ada Mobil Goyang, Setelah Dibuka...Ternyata Polisi Mesum
     
    Pekanbaru Rohil Advertorial Pariwara Galeri Foto Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2017 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved